Algorand sedang mendorong perubahan keamanan yang jarang dilakukan blockchain besar: bukan hanya dompet pengguna yang dibuat tahan kuantum, tetapi juga konsensus intinya. Roadmap kriptografi pasca-kuantum yang dirilis jaringan ini menargetkan ketahanan kuantum secara luas pada akhir 2027.
Langkah itu muncul di saat ancaman komputasi kuantum semakin sulit diabaikan. Sejumlah peneliti memperkirakan kriptografi yang melindungi jaringan blockchain bisa mulai runtuh sekitar 2030, sementara pemerintah dan regulator di berbagai negara juga mulai mengejar tenggat quantum-safe mereka sendiri.
Ancaman yang Mengincar Fondasi Blockchain
Selama ini, banyak blockchain masih bergantung pada elliptic-curve cryptography. Skema itu aman selama komputer klasik tidak mampu menelusuri private key dari public key dengan cepat.
Komputer kuantum mengubah asumsi tersebut. Jika mesin kuantum cukup kuat tersedia, public key yang terekspos bisa menjadi pintu masuk untuk mendapatkan private key, dan identitas yang semula aman dapat berubah menjadi titik lemah.
Risiko itu bukan lagi sebatas teori. Google researchers dalam makalah Maret 2026 menyebut komputer kuantum mungkin membutuhkan sumber daya yang lebih kecil dari perkiraan sebelumnya untuk memecahkan kriptografi yang menjaga jaringan blockchain.
Pada saat yang sama, peneliti California Institute of Technology memperkirakan komputer kuantum fungsional yang mampu melakukan itu bisa hadir sebelum 2030. Glassnode juga mencatat hampir 10% pasokan Bitcoin berada di alamat dengan public key yang sudah terekspos di blockchain.
Algorand Sudah Punya Modal Awal
Algorand tidak memulai transisinya dari nol. Falcon-signed State Proofs, yang menjaga integritas historis chain untuk interoperabilitas lintas rantai, sudah aktif di mainnet sejak Agustus 2022.
Hingga awal 2026, lebih dari 140.000 transaksi tahan kuantum sudah tercatat di mainnet Algorand. Transaksi pertama yang sepenuhnya ditandatangani Falcon selesai pada 3 November 2025.
Namun, satu bagian penting masih memakai sistem klasik. Lapisan konsensus masih menggunakan tanda tangan Ed25519 untuk pemilihan validator dan proposal blok, sehingga bagian inilah yang masih harus dibenahi agar ketahanan kuantumnya benar-benar menyeluruh.
Roadmap Bertahap Hingga 2027
Bruno Martins, chief technology officer Algorand Foundation, menjelaskan bahwa roadmap ini disusun bertahap. Algorand memilih Post-Quantum Cryptography atau PQC, pendekatan yang mengganti metode elliptic-curve dengan masalah matematika yang tetap sulit bagi komputer kuantum.
Falcon diposisikan sebagai alat utama transisi tersebut. Skema tanda tangan digital berbasis lattice ini telah dipilih US National Institute of Standards and Technology atau NIST untuk standardisasi.
Pada Q3 2026, Algorand menargetkan akun native pasca-kuantum berbasis Falcon-1024 hadir di level protokol. Pada fase yang sama, SDK dan Pera wallet juga akan diperbarui agar pengembang dan pengguna bisa langsung membuat akun PQ.
Memasuki Q4 2026, dukungan multi-signature pasca-kuantum akan ditambahkan untuk wallet institusional dan treasury. Di periode yang sama, Algorand Foundation mulai memindahkan treasury miliknya ke akun PQ.
Staker juga akan bisa melakukan staking langsung dari akun yang diamankan PQ. Ini menjadi langkah penting karena adopsi tidak hanya menyentuh pengguna ritel, tetapi juga institusi dan operasi kas besar.
Bagian Paling Sulit Ada di 2027
Fase 2027 disebut sebagai bagian paling rumit secara teknis. Algorand menargetkan post-quantum Verifiable Random Function atau VRF, mekanisme yang menentukan pemilihan validator, untuk menggantikan versi berbasis elliptic-curve yang dipakai saat ini.
Pada fase ini pula, Algorand akan memperkenalkan hybrid accounts yang menggabungkan tanda tangan klasik dan Falcon. Skema ganda itu dirancang agar institusi dan protokol tetap bisa beroperasi selama masa transisi tanpa harus berpindah secara mendadak.
Pendekatan tersebut dinilai mirip dengan cara Cardano merancang upgrade protokol bertahap, dengan menjaga kompatibilitas mundur di setiap langkah besar. Bagi Algorand, tantangannya bukan hanya mengganti kriptografi, tetapi juga memastikan ekosistem pengembang tetap berjalan mulus selama perubahan besar berlangsung.
Pasar tampaknya ikut memberi perhatian baru pada ALGO setelah pengumuman ini. Salah satu pendorongnya adalah makalah riset Google pada Maret 2026 yang menilai Algorand kemungkinan sebagai blockchain yang paling siap menghadapi kuantum di antara jaringan Layer-1 besar.
