Coca-Cola Ubah KRL Jadi Ruang Piala Dunia, Kaleng Edisi Khusus hingga Lagu Lokal

Author: Cung Media

Coca-Cola Indonesia membawa atmosfer Piala Dunia 2026 lebih dekat ke keseharian masyarakat dengan cara yang tidak biasa. Selain merilis kaleng edisi khusus, perusahaan ini juga mengubah ruang publik seperti KRL, musik, dan kegiatan nobar menjadi bagian dari kampanye turnamen global tersebut.

Langkah ini membuat Piala Dunia tidak hanya hadir lewat layar pertandingan, tetapi juga lewat pengalaman yang bisa ditemui di perjalanan, di gerai ritel, dan di ruang berkumpul bersama. Pendekatan tersebut menjadi inti strategi Coca-Cola Indonesia untuk menghadirkan euforia turnamen dalam format yang lebih mudah diakses.

Kaleng edisi khusus hadir dengan 12 desain

Coca-Cola Indonesia resmi meluncurkan kemasan kaleng edisi khusus Piala Dunia 2026 pada Rabu (17/6). Produk ini hadir dengan 12 desain berbeda yang terinspirasi dari negara peserta dan sudah tersedia di berbagai gerai ritel di Indonesia.

Peluncuran ini menjadi pintu masuk kampanye yang lebih luas, bukan sekadar pembaruan kemasan. Sebagai mitra resmi turnamen, Coca-Cola ingin membawa semangat Piala Dunia ke aktivitas harian masyarakat.

KRL Cikarang dan Bogor ikut berubah

Salah satu aktivasi yang paling mencolok ada di Commuter Line rute Cikarang dan Bogor. Penumpang di dua jalur tersebut dapat melihat dekorasi bertema turnamen hingga akhir Juni.

Di dalam gerbong, instalasi dibuat dengan elemen yang identik dengan sepak bola. Lantainya bermotif rumput lapangan, ada bola Coca-Cola, kaleng edisi khusus, hingga sentuhan visual pada kursi, pintu, dan elemen jaring gawang yang membuat suasana terasa seperti bagian dari stadion.

Musik lokal jadi bagian penting kampanye

Coca-Cola Indonesia juga menggandeng Tiara Andini, Silet Open Up, Ecko Show, dan Eka Gustiwana untuk menghadirkan anthem lokal berjudul “Jump”. Lagu ini merupakan adaptasi resmi berlisensi dari karya Van Halen yang dirilis pada 1984.

Aransemen barunya dibuat lebih energik dengan ritme perkusi yang disesuaikan dengan karakter pendengar musik di Indonesia. Director Coca-Cola Trademark Coca-Cola Indonesia, Fitriana Adhisti, mengatakan pendekatan budaya lokal menjadi bagian penting dalam kampanye ini.

“Kami ingin menghadirkan Piala Dunia 2026 lebih dekat kepada masyarakat Indonesia,” ujar Fitriana. Ia menambahkan bahwa aktivasi seperti Commuter Line tematik dan anthem lokal menjadi undangan bagi masyarakat untuk ikut merayakan turnamen dengan cara yang mudah diakses.

Lebih dari 100 nobar digelar di 15 kota

Selain produk, transportasi publik, dan musik, Coca-Cola Indonesia menyiapkan lebih dari 100 kegiatan nonton bareng di 15 kota besar. Program ini dijalankan bertahap sejak 12 Juni 2026 untuk memperkuat interaksi sosial di tengah momentum sepak bola dunia.

President Director Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, menilai sepak bola punya daya tarik universal yang mampu menyatukan banyak lapisan masyarakat. Ia mengatakan berbagai aktivitas Piala Dunia 2026 dirancang agar masyarakat luas bisa ikut merasakan sukacita yang sama.

Melalui kombinasi kaleng edisi khusus, dekorasi KRL, lagu tema lokal, dan kegiatan nobar, Coca-Cola Indonesia menempatkan Piala Dunia 2026 sebagai pengalaman bersama yang hadir di ruang-ruang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Source: www.medcom.id
Terbaru