Valve merilis SteamOS 3.8 dengan fokus yang terasa jelas: membuat handheld gaming PC lebih stabil, lebih kompatibel, dan lebih siap dipakai harian. Pembaruan ini tidak hanya menyasar Steam Deck, tetapi juga perangkat handheld lain yang sudah didukung resmi, termasuk Lenovo Legion Go 2 dan Lenovo Legion Go S.
Langkah ini penting karena SteamOS kini makin luas posisinya di luar Steam Deck. Dukungan resmi untuk perangkat seperti lini Legion Go membuat SteamOS 3.8 menjadi pembaruan yang menarik bagi pengguna handheld PC yang ingin sistem operasi gaming berbasis Linux dengan fondasi yang lebih matang.
Driver grafis, VRR, dan kompatibilitas game ikut diperkuat
Salah satu poin utama SteamOS 3.8 ada pada pembaruan driver grafis yang membawa perbaikan performa dan stabilitas. Valve juga menambahkan fitur grafis yang sebelumnya belum tersedia dan dibutuhkan oleh game tertentu, termasuk Crimson Desert.
Di sisi tampilan, Valve menambahkan dukungan awal untuk HDMI VRR pada perangkat dengan keluaran HDMI native. Perusahaan juga meningkatkan frame pacing VRR agar visual terasa lebih mulus pada layar yang mendukung fitur tersebut.
Pembaruan firmware juga tersebar luas ke banyak perangkat. Daftar yang disebut mencakup Steam Deck LCD, Steam Deck OLED, Lenovo Legion Go 2, Legion Go, Legion Go S, seri ROG Xbox Ally, seri ASUS Ally, dan perangkat lain yang kompatibel.
Basis Arch Linux dan KDE Plasma ikut naik kelas
SteamOS dibangun di atas Arch Linux dan lingkungan desktop KDE, dan versi 3.8 membawa pembaruan di keduanya. Valve memperbarui basis Arch Linux dan menaikkan KDE Plasma ke versi 6.4.3 dari sebelumnya 6.2.5.
Walau belum memakai rilis KDE paling baru, perpindahan dari versi lama tetap membawa lebih banyak fitur, perbaikan, dan pembaruan keamanan. Untuk Desktop Mode, Wayland kini juga digunakan secara default.
Valve turut menyamakan pengaturan bahasa dan tata letak keyboard di Desktop Mode agar mengikuti setelan yang dipakai di Game Mode. Perubahan lain menyentuh perilaku jendela untuk game yang berjalan lewat Proton, sehingga pengalaman desktop saat menjalankan game non-native Linux menjadi lebih konsisten.
Fitur harian yang langsung terasa
SteamOS 3.8 menambahkan kemampuan membangunkan perangkat dari mode sleep lewat Steam Controller yang terhubung. Valve juga mengklaim kecepatan pembaruan OS di masa mendatang meningkat signifikan pada koneksi berkecepatan tinggi.
Game Mode mendapat peningkatan dukungan screen casting untuk kebutuhan seperti OBS dan Discord. Bagi pengguna yang sering merekam gameplay atau melakukan siaran, dukungan ini membuat SteamOS terasa lebih relevan untuk aktivitas di luar bermain.
Valve juga meningkatkan dukungan untuk sejumlah setir balap USB dan perangkat USB yang melakukan boot dengan mode non-standar. Pada sisi kontroler, proses pembaruan firmware Steam Deck kini menampilkan progres pembaruan di splash screen.
Audio, konektivitas, dan aksesibilitas ikut disentuh
Di bagian audio, SteamOS 3.8 kini bisa mendeteksi jumlah kanal HDMI dan menampilkan konfigurasi surround jika tersedia. Sistem juga mendapat opsi untuk memakai mikrofon headset Bluetooth, meski kualitas audio pemutaran akan menurun saat perekaman aktif.
Valve memulihkan perangkat audio internal setelah reboot jika sebelumnya diatur ke posisi “Off” dalam Desktop Mode. Selain itu, waktu tunda suspend untuk perangkat HDMI ditingkatkan agar audio awal tidak terpotong setelah beberapa detik tidak aktif.
Untuk aksesibilitas, tersedia opsi untuk memaksa keluaran audio mono. Sementara itu, Bluetooth Wake pada Steam Deck LCD diaktifkan kembali untuk mendukung pengalaman bangun perangkat yang lebih baik.
Dukungan perangkat baru dan fitur teknis untuk pengembang
SteamOS 3.8 juga menyertakan dukungan awal untuk perangkat Steam Machine yang akan datang. Ini menjadi sinyal bahwa Valve terus menyiapkan SteamOS untuk bentuk perangkat keras lain di luar Steam Deck.
Di sisi teknis, pembaruan ini membawa kernel Linux 6.16. Desktop Mode kini memakai Wayland secara default, sementara Steam menggunakan steamos-manager untuk memeriksa sesi desktop yang tersedia dan melakukan perpindahan sesi.
Valve menambahkan dukungan untuk pengaturan kata sandi desktop melalui developer settings. Ada juga dukungan awal untuk berjalan sebagai guest Virtual Machine melalui driver virtio guest.
Fitur teknis lain mencakup dukungan perangkat pihak ketiga untuk memicu boot menu SteamOS melalui variabel EFI. Valve juga menambahkan perintah custom-update pada atomupd-manager untuk memudahkan pengujian build tertentu.
System report kini menyertakan lebih banyak informasi debug audio, dan ada dukungan awal untuk scheduler CPU LAVD melalui perintah steamosctl set-cpu-scheduler lavd. Semua perubahan ini membuat SteamOS 3.8 terasa seperti pembaruan besar yang bukan hanya mengejar performa, tetapi juga menata ulang fondasi sistem untuk lebih banyak perangkat.
Pengguna perangkat yang kompatibel bisa memasang SteamOS 3.8 lewat menu Settings. Masuk ke tab System, pastikan System Update Channel berada di posisi Stable, lalu tekan Check For Updates dan pilih Apply jika pembaruan muncul dengan tanda seru kuning.
Setelah instalasi selesai, perangkat perlu di-restart untuk menyelesaikan prosesnya. Dengan cakupan perubahan yang menyentuh driver grafis, desktop, audio, firmware, dan dukungan perangkat resmi baru, SteamOS 3.8 memperkuat posisinya sebagai sistem operasi handheld gaming PC yang semakin matang.
