Emas sering dipilih sebagai aset pelindung nilai ketika inflasi meningkat, nilai mata uang melemah, atau pasar saham tertekan. Namun, Warren Buffett justru menempatkan emas jauh di bawah aset yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.
Pandangan investor legendaris sekaligus mantan CEO Berkshire Hathaway ini berangkat dari satu prinsip utama, yaitu kekayaan jangka panjang lebih baik dibangun melalui aset produktif. Bagi Buffett, kenaikan harga saja tidak cukup jika sebuah aset tidak menciptakan laba atau arus kas bagi pemiliknya.
Perbedaan Emas dan Aset Produktif
Dalam pandangan Buffett, emas dan bisnis memiliki cara kerja yang sangat berbeda dalam menciptakan nilai. Emas bergantung pada perubahan harga pasar, sedangkan perusahaan dapat bertumbuh lewat kegiatan operasional, penjualan, dan laba.
| Aspek | Emas | Aset Produktif |
|---|---|---|
| Arus kas | Tidak menghasilkan pendapatan | Dapat menghasilkan laba atau dividen |
| Nilai ekonomi | Tidak menciptakan nilai baru | Menciptakan barang, jasa, dan keuntungan |
| Penggerak nilai | Pergerakan harga pasar | Operasional dan pertumbuhan bisnis |
Forbes, yang dikutip VIVA, menyoroti empat alasan yang menjelaskan mengapa Buffett jarang menjadikan emas sebagai pilihan investasi utama. Keempat alasan itu berkaitan dengan kemampuan aset dalam menghasilkan nilai dari waktu ke waktu.
1. Emas Tidak Memberikan Arus Kas
Buffett menilai kelemahan paling mendasar dari emas adalah tidak adanya pendapatan yang dihasilkan selama aset itu disimpan. Pemilik emas tidak memperoleh laba usaha, kupon, maupun dividen seperti yang dapat diterima investor pada aset tertentu.
Imbal hasil emas terutama bergantung pada kemungkinan harga jualnya naik di masa depan. Karena itu, Buffett melihat kepemilikan emas lebih dekat dengan taruhan atas meningkatnya rasa takut di pasar daripada investasi yang menghasilkan pendapatan.
2. Emas Bukan Aset Produktif
Menurut Buffett, emas tidak menciptakan nilai ekonomi baru setelah ditambang dari tanah. Logam tersebut dapat dilebur dan disimpan kembali, tetapi proses itu juga membutuhkan biaya tambahan untuk penyimpanan dan pengamanan.
Emas pada akhirnya hanya berpindah dari satu pemilik ke pemilik lain tanpa menghasilkan barang atau jasa. Kondisi ini berbeda dengan perusahaan aktif yang dapat menjual produk, menyediakan layanan, serta menciptakan keuntungan dari kegiatan bisnisnya.
3. Buffett Lebih Memilih Bisnis yang Menguntungkan
Filosofi investasi Buffett selama puluhan tahun berpusat pada perusahaan dengan fundamental kuat dan kemampuan mencetak keuntungan. Ia lebih tertarik pada bisnis yang dapat terus beroperasi daripada aset fisik yang sekadar disimpan.
Dalam surat tahunan kepada pemegang saham Berkshire Hathaway, Buffett pernah membandingkan nilai seluruh emas dunia dengan aset seperti lahan pertanian dan perusahaan besar. Dengan nilai yang sama, investor dinilai dapat memiliki aset yang berpotensi menghasilkan pendapatan setiap tahun.
4. Aset Produktif Dianggap Lebih Kuat untuk Jangka Panjang
Perusahaan yang sehat memiliki peluang berkembang ketika memperoleh laba dan meningkatkan nilai bisnisnya. Pertumbuhan tersebut dapat memberi investor imbal hasil yang lebih kuat dibandingkan aset yang hanya mengandalkan kenaikan harga.
Inilah alasan Buffett lebih memusatkan perhatian pada bisnis yang mampu memperbesar nilai ekonominya dari waktu ke waktu. Pendekatan itu tidak berarti harga emas tidak bisa naik, tetapi menekankan pentingnya sumber pendapatan yang nyata.
Mengapa Berkshire Hathaway Pernah Membeli Saham Tambang Emas
Berkshire Hathaway sempat membeli saham perusahaan tambang emas Barrick Gold pada 2020, yang memunculkan dugaan bahwa Buffett mengubah pandangannya terhadap emas. Namun, investasi tersebut bukan pembelian emas batangan, melainkan kepemilikan saham pada perusahaan yang memiliki pendapatan, laba, dan potensi dividen.
Berkshire Hathaway kemudian mengurangi sebagian besar kepemilikan saham Barrick Gold tersebut. Langkah itu memperlihatkan perbedaan penting antara memegang komoditas emas dan berinvestasi pada bisnis yang terkait dengan industri emas.
Emas Tetap Dapat Berfungsi sebagai Diversifikasi
Pandangan Buffett tidak otomatis berarti emas harus dihindari seluruh investor. Sebagian pakar keuangan tetap menilai emas dapat membantu diversifikasi portofolio saat kondisi ekonomi dan pasar sedang penuh tekanan.
Sejarah menunjukkan harga emas dapat meningkat signifikan pada periode tertentu, sehingga aset ini tetap memiliki fungsi bagi sebagian pemilik modal. Namun, bagi Buffett, saham, obligasi, serta aset produktif lain perlu dinilai berdasarkan kemampuannya menciptakan nilai dan bertumbuh dalam jangka panjang.
