Elkan Baggott memulai babak baru di sepak bola Inggris setelah Ipswich Town menjualnya kepada Millwall pada bursa transfer musim panas 2026. Kepindahan ini membuka peluang menit bermain yang lebih besar, tetapi juga menegaskan bahwa jalannya menuju Premier League belum terbuka.
Bek asal Indonesia berusia 23 tahun itu tidak ikut menikmati promosi Ipswich ke Liga Inggris musim 2026/27. Saat klub lamanya naik level, Baggott justru harus mencari ruang untuk membangun kariernya bersama tim lain.
Peluang Baru di Championship
Millwall akan menjadi panggung baru bagi Baggott di Divisi Championship, kompetisi yang dinilai dapat memberinya tantangan lebih tinggi dibanding sejumlah masa pinjamannya terdahulu. Klub tersebut tetap berada di Championship setelah gagal meraih promosi.
Bagi Baggott, kepindahan permanen ini membawa arti penting karena ia tidak lagi berada dalam situasi menunggu kesempatan dari skuad utama Ipswich. Ia kini berpeluang memperjuangkan tempatnya langsung di lini pertahanan Millwall.
Millwall tidak mengumumkan nilai transfer sang pemain. Namun, Direktur Sepak Bola Millwall Steve Gallen menilai Baggott sesuai dengan profil pemain bertahan yang sedang dicari klub.
Gallen juga menyoroti usia Baggott yang dianggap tepat serta keinginannya untuk terus berkembang. Penilaian tersebut menjadi sinyal bahwa Millwall melihat potensi jangka panjang pada bek yang masih berusia 23 tahun itu.
| Informasi | Detail | Konteks |
|---|---|---|
| Klub sebelumnya | Ipswich Town | Menjual Baggott pada musim panas 2026 |
| Klub baru | Millwall | Berlaga di Divisi Championship |
| Usia | 23 tahun | Masuk profil pemain yang dicari Millwall |
| Status musim lalu | Tim akademi Premier League 2 | Belum mendapat tempat di tim utama |
| Riwayat peminjaman | 4 kali | Bermain di League One dan League Two |
Belum Mendapat Tempat di Ipswich
Situasi Baggott pada musim lalu menggambarkan betapa berat persaingan untuk menembus level tertinggi sepak bola Inggris. Ia hanya tampil bersama tim akademi dalam kompetisi Premier League 2, bukan di tim utama Ipswich.
Kondisi itu terjadi sebelum Ipswich menyambut musim baru sebagai klub promosi di Liga Inggris. Momentum promosi yang semestinya membuka persaingan baru ternyata tidak mengubah posisi Baggott dalam rencana tim utama.
Menurut Sport Detik, Baggott sebelumnya telah menjalani empat masa peminjaman dari Ipswich. Sebagian besar petualangannya berlangsung di League One dan League Two, dua kompetisi yang berada di bawah Premier League.
Pengalaman di kasta tersebut tetap memberinya latar belakang kompetitif yang beragam di sepak bola Inggris. Namun, rangkaian peminjaman itu juga menunjukkan bahwa ia belum menemukan jalur stabil untuk bertahan di skuad utama Ipswich.
Menit Bermain Menjadi Target Utama
Dengan bergabung ke Millwall, fokus Baggott kini bukan sekadar mendekat ke Premier League. Ia lebih dulu perlu mendapatkan menit bermain yang konsisten agar bisa menguatkan posisinya sebagai pemain bertahan di Inggris.
Championship memberi konteks yang berbeda karena Baggott akan berada di klub yang memang membutuhkan tambahan profil untuk lini belakang. Kesempatan tersebut perlu dijawab melalui persaingan internal dan performa yang cukup kuat untuk mendapat kepercayaan.
Perjalanan Baggott juga memperlihatkan bahwa bergabung dengan klub Inggris tidak otomatis menghadirkan panggung Premier League bagi pemain Indonesia. Sebelumnya, Justin Hubner sempat mendekati kesempatan tampil di kasta tertinggi ketika duduk di bangku cadangan Wolves saat menghadapi Arsenal pada 2023.
Untuk saat ini, Millwall menjadi titik awal baru bagi Baggott setelah pintu di Ipswich belum terbuka. Langkah tersebut dapat menjadi ruang penting baginya untuk mengumpulkan jam terbang dan melanjutkan perkembangan kariernya.
