33 Immortals Dipuji di Steam, Co-Op 33 Pemainnya Ternyata Bukan Gimmick

Author: Cung Media

33 Immortals datang dengan satu ide yang langsung menonjol di antara banyak game co-op lain: 33 pemain dalam satu sesi, lalu ritmenya mengecil saat dunia berikutnya makin sulit. Respons awal di Steam pun ikut menguatkan kesan itu, dengan ulasan yang sudah mendekati 500 dan status “Very Positive”.

Thunder Lotus Games tampaknya berhasil membuktikan bahwa format besar ini bukan sekadar angka pemanis. Dengan diskon peluncuran 33% yang menurunkan harga menjadi $9.97, game action-RPG ini mulai menarik perhatian pemain yang penasaran pada skala raid yang lebih ringkas dan cepat.

Struktur Tiga Dunia yang Makin Ketat

Versi 1.0 33 Immortals meluncur pada 10 Juni di Steam, Epic Games Store, Xbox Series X/S, dan Microsoft Store. Peluncuran itu sekaligus menutup masa early access selama 15 bulan dan membuka seluruh struktur tiga dunia untuk pertama kalinya.

Ketiga dunia tersebut adalah Inferno, Purgatorio, dan Paradiso. Dunia final Paradiso sebelumnya ditahan selama early access, lalu kini hadir sebagai penutup yang lebih fokus dan menuntut.

Skalanya juga tidak dibiarkan tetap sama dari awal sampai akhir. Inferno menampung 33 pemain, jumlah itu turun menjadi 22 di Purgatorio, lalu Paradiso hanya melibatkan 11 pemain.

Matchmaking Cepat, Tanpa Ribet Bentuk Grup

Salah satu daya tarik terkuat game ini ada pada cara ia memotong kerepotan co-op besar. Sesi permainan dibuat sekitar 25 menit, sehingga ritmenya padat dan lebih mudah masuk ke jeda bermain yang singkat.

Thunder Lotus juga merancang matchmaking publik instan, tanpa keharusan menyusun grup lebih dulu, memakai voice chat, atau menjadwalkan sesi bersama. Pendekatan ini membuat pengalaman 33 pemain terasa lebih mudah dijalankan, bahkan untuk pemain yang tidak punya tim tetap.

Di tahap yang lebih akhir, jumlah pemain yang terus menyusut ikut menaikkan beban peran masing-masing. Meski begitu, game ini tetap mempertahankan tekanan khas raid besar alih-alih berubah menjadi pengalaman tim biasa.

Rilis Penuh Bawa Konten Baru

Update 1.0 juga menambahkan pertarungan bos akhir rahasia yang sebelumnya disembunyikan sepanjang early access. Selain itu, ada kustomisasi karakter yang lebih dalam, penyesuaian keseimbangan senjata dan musuh, serta peningkatan kualitas hidup berdasarkan masukan komunitas.

Pembaruan ini menegaskan bahwa rilis penuh tidak hanya membuka akses yang lebih luas. Thunder Lotus sekaligus menyempurnakan struktur inti dan menambahkan tantangan penutup baru untuk pemain yang sudah mengikuti sejak fase awal.

Strategi Peluncuran yang Tidak Sembarangan

Keputusan menunda Steam selama early access ternyata punya alasan yang cukup jelas. Untuk game yang membutuhkan 33 pemain dalam satu sesi, risiko lobby kosong akan besar jika basis pemain belum cukup kuat.

Karena itu, Thunder Lotus memasukkan game ini ke Xbox Game Pass sejak awal, tepatnya pada 18 Maret 2025, agar pasokan pemain tetap stabil. Basis organik juga tumbuh di Epic dan Xbox sebelum Steam akhirnya dibuka saat 1.0.

Seluruh platform kini terhubung dalam satu pool matchmaking cross-play. Artinya, pemain Steam bisa bergabung dengan pengguna Epic dan Xbox, sementara Xbox Game Pass memberi akses tanpa biaya tambahan.

Studio Montreal di Balik Proyek Paling Berbeda

Thunder Lotus adalah studio asal Montreal yang sebelumnya dikenal lewat Spiritfarer. Studio ini disebut telah menarik lebih dari tujuh juta pemain di seluruh dunia, dan 33 Immortals menjadi proyek pertama mereka yang dirancang sepenuhnya untuk multiplayer online.

Gabungan konsep yang tidak biasa, struktur co-op yang jarang, dan strategi rilis yang hati-hati tampaknya berbuah positif di Steam. Dengan harga promosi $9.97 dan dukungan cross-play lintas platform, 33 Immortals mulai membangun momentum sebagai salah satu rilis indie multiplayer paling unik saat ini.

Source: www.notebookcheck.net
Terbaru