Belanda harus puas berbagi poin setelah Jepang memaksakan skor imbang 2-2 dalam laga fase grup Piala Dunia 2026 di Dallas. Hasil ini terasa menyakitkan karena tim asuhan Belanda sempat dua kali unggul, tetapi kehilangan kendali di menit-menit akhir.
Virgil van Dijk sempat membawa Belanda memimpin lewat sundulan memanfaatkan umpan Ryan Gravenberch. Namun, gol itu tidak cukup untuk menutup pertandingan dengan kemenangan setelah Jepang terus menekan sampai akhir.
Belanda sempat memegang ritme laga
Pertandingan berjalan ketat sejak awal dan babak pertama minim peluang berbahaya. Setelah jeda, tempo permainan meningkat dan Belanda lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan yang datang.
Jepang segera membalas melalui Keito Nakamura yang menuntaskan peluang dengan tembakan mendatar setelah menerima umpan Takefusa Kubo. Belanda kemudian kembali unggul pada menit ke-64 lewat Crysencio Summerville, yang mencetak gol indah dari sisi kanan dengan tembakan kaki kiri yang sempat membentur tiang sebelum masuk gawang.
Tekanan akhir Jepang mengubah segalanya
Menjelang akhir laga, Jepang menaikkan intensitas serangan dan memasukkan lima pemain pengganti untuk menambah tekanan ke lini belakang Belanda. Upaya itu berbuah hasil pada menit ke-88 lewat skema sepak pojok yang berakhir kacau di depan gawang Bart Verbruggen.
Umpan Junya Ito disambut Koki Ogawa yang memenangkan duel udara, lalu bola mengenai Daichi Kamada sebelum masuk ke gawang. Dalam proses itu, Van Dijk yang menjaga Ogawa dinilai gagal mengamankan bola atas, padahal bek Liverpool berusia 34 tahun itu dikenal kuat dalam duel udara.
Kritik muncul meski Van Dijk dinobatkan pemain terbaik
Meski mendapat gelar pemain terbaik pertandingan, Van Dijk tetap menjadi sasaran kritik di media sosial. Sejumlah penggemar mempertanyakan penghargaan itu karena momen kebobolan di akhir laga dinilai jauh lebih menonjol.
Salah satu komentar fans yang dikutip Newsnow menyebut, “Van Dijk harus meminta maaf kepada Rooney dan memintanya mencabut kutukan itu. Penghargaan pemain terbaik tidak bisa menutupi fakta bahwa dia kebobolan sundulan dari pemain yang ukurannya setengah dari dirinya.”
Hasil imbang ini membuat Jepang pulang dengan satu poin penting, sementara Belanda kehilangan kesempatan menjaga kemenangan meski sudah dua kali berada di depan. Bagi Van Dijk, pertandingan yang semula bisa menjadi panggung positif justru ditutup dengan sorotan atas kegagalan mempertahankan bola udara di momen krusial.
