24 Ribu Pohon Kopi Ditanam Di Jabar, JAI Dorong Hijau Dan Ekonomi Warga

Jemaat Ahmadiyah Indonesia menanam 24 ribu pohon kopi di sejumlah wilayah Jawa Barat sebagai bagian dari Program Penanaman 100.000 Pohon Tahap III. Langkah ini tidak hanya menambah tutupan hijau, tetapi juga diarahkan untuk membuka ruang ekonomi bagi warga di daerah sasaran.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari Sumbangsih Hijau untuk Negeri yang digelar bersama Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dan Yayasan ALAS atau Alam Lestari Asih Sesama. Penanaman simbolis dilakukan di Cabang Neglasari, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu (30/5).

Kopi dipilih sebagai tanaman yang punya nilai ganda

Ketua Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menyebut program ini sebagai kontribusi nyata JAI dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa penghijauan harus memberi manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurut Zaki, semangat gerakan itu dirangkum dalam pesan “Hijaukan Negeri, Tumbuhkan Ekonomi, Perkuat Harmoni untuk Indonesia”. Pesan tersebut mencerminkan upaya JAI menghubungkan pelestarian alam dengan manfaat sosial yang lebih luas.

Pohon yang ditanam pada tahap terbaru ini terdiri dari kopi Arabika dan Robusta. JAI menempatkan kopi bukan sekadar sebagai komoditas, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan hijau yang punya dampak ekonomi.

Sebaran penanaman dilakukan di empat lokasi di Jawa Barat. Rinciannya meliputi 7.500 pohon di Desa Neglasari, Kabupaten Cianjur, 5.000 pohon di Desa Sukamaju, Kabupaten Garut, 2.500 pohon di Desa Wanasigra, Kabupaten Tasikmalaya, dan 9.000 pohon di Desa Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Dari penghijauan ke penguatan ekonomi warga

Pemilihan kopi menunjukkan arah program yang tidak berhenti pada penanaman pohon. Program ini juga diarahkan untuk memberi peluang ekonomi bagi masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran gerakan.

Hingga Januari 2026, JAI telah merealisasikan penanaman 46 ribu pohon di berbagai daerah. Dengan tambahan 24 ribu pohon pada Tahap III, total capaian program naik menjadi 70 ribu pohon.

Masih ada 30 ribu pohon lagi yang menjadi target berikutnya. JAI berencana melanjutkannya pada Tahap IV dalam tahun anggaran 2026/2027 agar target 100 ribu pohon dapat tercapai.

Program ini memperlihatkan bahwa agenda lingkungan dan ekonomi bisa berjalan dalam satu gerakan yang sama. Di Jawa Barat, penanaman kopi menjadi contoh bagaimana penghijauan dapat dirancang sekaligus untuk menjaga alam dan memperkuat ketahanan warga di tingkat lokal.

Source: www.jpnn.com

Baca Juga

Back to top button