20 Prelude Pertama Diserahkan, Permintaan Ternyata Sudah Menyalip Kuota Awal

Honda Prospect Motor baru saja menyerahkan 20 unit pertama Honda Prelude kepada konsumen di Indonesia. Serah terima ini langsung menegaskan satu hal penting: permintaan terhadap coupe sport hybrid tersebut ternyata melesat jauh di atas kuota awal.

Indonesia juga punya posisi spesial di Asia Tenggara karena menjadi negara pertama yang menjual Prelude di kawasan ini. Mobil itu mulai bisa dipesan sejak Januari 2026, lalu harga resminya diumumkan tiga bulan kemudian.

Permintaan yang masuk bahkan sudah menembus lebih dari 280 unit. Angka itu jauh melampaui kuota awal 100 unit, sebelum HPM menambah jatah menjadi 150 unit untuk 2026.

Antusiasme tidak hanya datang dari kota besar

Minat terhadap Prelude datang dari berbagai daerah, bukan hanya dari pusat pasar di Pulau Jawa. Pesanan juga mengalir dari Palembang, Lampung, Bali, Lombok, Banjarmasin, hingga Makassar.

Sebaran ini menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap model baru Honda tersebut cukup merata. Prelude tidak hanya menarik perhatian kolektor atau penggemar mobil sport di kota-kota besar.

Prelude dipasarkan dengan harga Rp974,9 juta. HPM menyebut banderol itu tetap dijaga di bawah Rp1 miliar sesuai janji perusahaan.

Nilai tambah untuk pembeli awal

Selain membawa nama historis Honda, Prelude juga datang dengan paket kepemilikan yang cukup lengkap. Setiap unit mendapat garansi kendaraan selama tiga tahun atau 100.000 kilometer.

Honda juga memberikan garansi baterai tegangan tinggi selama delapan tahun atau 160.000 kilometer. Untuk perawatan, konsumen menerima paket Prima+ selama 4 tahun atau 50.000 km.

Paket tersebut menambah daya tarik bagi pembeli yang sudah menunggu sejak pemesanan dibuka. Di tengah tingginya permintaan, perlindungan garansi dan perawatan menjadi bagian penting dari penawaran Prelude.

Diserahkan di momen peluncuran heritage Honda

Serah terima 20 unit Prelude berlangsung di Vault Automotive Museum, Jakarta Selatan, pada Sabtu (23/5). Acara itu sekaligus menjadi pembukaan Honda Culture at Vault Automotive Museum.

Pameran tersebut menampilkan perjalanan Honda melalui berbagai model ikonik. Fokusnya mencakup filosofi engineering, budaya balap, dan evolusi karakter berkendara dari masa ke masa.

Presiden Direktur HPM Masanao Kataoka menegaskan bahwa heritage bukan hanya soal nostalgia. Menurut dia, heritage menunjukkan apa yang mampu diciptakan sebuah brand secara konsisten di masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Kataoka juga menyoroti bahwa nilai, filosofi engineering, dan hubungan emosional dengan konsumen bisa bertahan lintas generasi. Hal itu sejalan dengan kehadiran Prelude sebagai model baru yang membawa kembali nama historis Honda ke pasar Indonesia.

Di tengah serah terima unit pertama, data pemesanan yang sudah jauh melampaui kuota awal menjadi sinyal kuat bagi Honda. Prelude tampaknya tidak hanya hadir sebagai produk baru, tetapi juga sebagai model yang berhasil memancing nostalgia sekaligus minat pasar yang nyata.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait