Xforce HEV Didahulukan, Mitsubishi Menggeser Tumpuan Hybrid ASEAN ke SUV

Mitsubishi memilih Xforce HEV sebagai model hybrid yang lebih dulu didorong di Indonesia, bukan Xpander HEV yang telah dipasarkan di Thailand. Keputusan ini menunjukkan pergeseran fokus perusahaan untuk menjadikan SUV sebagai pijakan utama strategi produk di ASEAN.

Langkah tersebut membawa taruhan besar bagi Xforce yang sudah hadir di pasar nasional sejak 2023. Sistem hybrid diharapkan bukan sekadar menambah varian, melainkan memperkuat posisi SUV kompak lima penumpang ini di tengah persaingan yang semakin padat.

Target Penjualan Xforce Dibidik Naik Dua Kali Lipat

MMKSI menargetkan penjualan gabungan Xforce bermesin bensin dan hybrid dapat mencapai sekitar 1.000 unit per bulan. Sebelum Xforce HEV masuk ke jajaran produk, penjualan varian bensin Xforce tercatat masih berada di bawah 500 unit setiap bulan.

Optimisme itu juga dibawa Mitsubishi ke GIIAS 2026 dengan target sekitar 1.000 surat pemesanan kendaraan untuk Xforce HEV selama pameran. Sasaran tersebut menempatkan model hybrid ini sebagai salah satu penopang penting ambisi penjualan SUV Mitsubishi di Indonesia.

FokusKondisi SebelumnyaTarget Mitsubishi
Penjualan Xforce ICEDi bawah 500 unit per bulanMasuk target gabungan ICE dan HEV
Penjualan Xforce ICE dan HEVBelum ada target gabunganSekitar 1.000 unit per bulan
SPK Xforce HEV di GIIAS 2026Sekitar 1.000 SPK

Bukan Karena Xpander HEV Diabaikan

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Atsushi Kurita, menjelaskan pilihan terhadap Xforce berkaitan dengan arah pengembangan produk perusahaan di kawasan. Mitsubishi Motors telah menyampaikan rencana bisnis jangka menengah pada Februari yang menempatkan SUV sebagai produk yang akan diperkuat di ASEAN.

“Mitsubishi Motors sudah mengumumkan mid-term plan sekitar Februari lalu. Filosofinya adalah memperkuat produk di ASEAN sebagai produk SUV,” ujar Kurita.

Menurut Kurita, Xforce dipilih karena Mitsubishi ingin mengembangkan model tersebut secara lebih serius setelah dua tahun dipasarkan di Indonesia. Kehadiran teknologi hybrid diharapkan menjawab masukan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing kendaraan tersebut.

“Kenapa bukan Xpander? Karena setelah dua tahun meluncurkan Xforce pada 2023, kami ingin lebih serius mengembangkan Xforce agar semakin diterima masyarakat,” ungkap Kurita. Dengan pertimbangan itu, Xforce HEV menjadi model yang didahulukan dalam langkah elektrifikasi Mitsubishi di Indonesia.

Hybrid dan ICE Dinilai Masih Paling Sesuai

Mitsubishi melihat kombinasi kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE dengan teknologi hybrid masih paling relevan untuk kebutuhan konsumen ASEAN. Pendekatan yang sama juga diarahkan untuk pasar prioritas lain di kawasan, termasuk Thailand dan Filipina.

Kurita menyebut kebutuhan konsumen di Asia Tenggara belum dapat dipisahkan dari kendaraan konvensional. Namun, teknologi elektrifikasi dipandang penting untuk melengkapi pilihan kendaraan yang tersedia di pasar.

“Untuk konsumen ASEAN, khususnya Indonesia, solusi yang kami lihat saat ini adalah SUV hybrid dan ICE,” kata Kurita. Pernyataan itu menegaskan bahwa Mitsubishi belum menjadikan satu teknologi sebagai jawaban tunggal untuk seluruh pasar kawasan.

Strategi ASEAN Berbeda dengan Eropa

Arah produk Mitsubishi di ASEAN tidak disamakan dengan strategi perusahaan di Eropa. Di pasar tersebut, Mitsubishi memanfaatkan sinergi aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi untuk menawarkan model yang disesuaikan dengan karakter pasar setempat.

Untuk ASEAN, fokus utama tetap berada pada SUV hybrid dan model ICE. Xforce HEV pun diposisikan sebagai bagian dari strategi regional untuk memperluas pilihan kendaraan berlistrikasi sekaligus mengangkat penerimaan Xforce di Indonesia.

Target penjualan yang lebih tinggi menunjukkan bahwa Mitsubishi tidak hanya mengandalkan varian hybrid sebagai pelengkap lini produk. Perusahaan berharap kehadiran Xforce HEV dapat memberi dorongan nyata terhadap volume penjualan model tersebut secara keseluruhan.

Source: www.oto.com
Terkait