Persaingan SUV keluarga berpotensi makin padat jika Geely Okavango benar-benar dibawa ke Indonesia. Model tiga baris ini diperkirakan menjalani debut publik pada GIIAS 2026 dengan bekal kabin tujuh penumpang, mesin turbo, dan peluang fitur keselamatan aktif.
Okavango dapat menjadi opsi baru bagi konsumen yang mencari SUV besar bermesin bensin di tengah perluasan lini kendaraan elektrifikasi Geely di Indonesia. Namun, rencana debut tersebut masih berupa perkiraan karena Geely Auto Indonesia belum mengumumkan varian, harga, maupun spesifikasi produksi secara resmi.
Modal untuk Masuk Kelas SUV Keluarga
Geely Okavango mengusung konfigurasi tiga baris kursi yang menempatkannya di segmen SUV keluarga tujuh penumpang. Dari tampilan eksteriornya, mobil ini memiliki proporsi besar, grille lebar, serta lampu LED yang mempertegas karakter SUV.
Di pasar Indonesia, model ini berpotensi berhadapan dengan Chery Tiggo 8, Jetour X70 Plus, dan Wuling Almaz RS. Kapasitas kabin menjadi salah satu modal penting karena segmen SUV keluarga kini menawarkan semakin banyak pilihan bagi pengguna yang membutuhkan ruang duduk lebih banyak.
Geely sebelumnya memberi sinyal kehadiran Okavango setelah memastikan Coolray untuk pasar Indonesia. SUV tersebut juga sempat dipamerkan secara terbatas dalam acara Geely Refining Tomorrow di Sirkuit Mandalika.
Unit yang muncul di Mandalika masih berstatus preview sehingga pengunjung baru dapat mengamati bagian luarnya. Karena belum menjadi unit produksi, kelengkapan kabin dan perincian fitur untuk pasar Indonesia belum bisa dipastikan.
Mesin Turbo Jadi Bekal Utama
Salah satu informasi yang paling diperhatikan adalah kemungkinan penggunaan mesin bensin 1.500 cc turbo. Mesin ini juga dikaitkan dengan Geely Coolray dan diperkirakan menghasilkan tenaga 174 PS serta torsi puncak 290 Nm.
Tenaga tersebut berpeluang diteruskan ke roda depan melalui transmisi otomatis 7-speed Dual-Clutch Transmission atau DCT. Kombinasi itu ditujukan untuk mendukung penggunaan harian sekaligus perjalanan jarak jauh, meski spesifikasi finalnya tetap menunggu pengumuman resmi.
| Komponen | Perkiraan Detail |
|---|---|
| Mesin | 1.5L turbo bensin |
| Tenaga | 174 PS |
| Torsi | 290 Nm |
| Transmisi | 7-speed DCT |
| Penggerak | Roda depan |
| Kapasitas | 7 penumpang |
Potensi ADAS yang Perlu Dinantikan
Aspek keselamatan juga berpeluang menjadi pembeda apabila Okavango dibekali Advanced Driver Assistance System atau ADAS. Unit preview di Mandalika terlihat memiliki kamera, yang mengindikasikan kemungkinan adanya dukungan sistem bantuan berkendara tersebut.
Jika paket ADAS dibawa ke Indonesia, Okavango dapat menawarkan fitur keselamatan aktif yang lebih lengkap dibanding model ini di sejumlah negara lain. Meski demikian, Geely belum menjelaskan jenis sistem, cakupan fungsi, maupun fitur yang akan tersedia pada versi lokal.
Panoramic sunroof belum terlihat pada unit yang dipamerkan di Mandalika. Kondisi itu belum dapat dijadikan patokan karena kendaraan tersebut masih berupa unit pratinjau dan bukan gambaran pasti dari spesifikasi produksi.
Menurut Moladin, unit yang ditampilkan diduga berasal dari Malaysia karena terdapat identitas Proton pada beberapa bagian mobil. Dugaan itu sejalan dengan posisi Proton dalam Geely Group, yang memasarkan model serupa menggunakan nama Proton X90.
Penetapan harga, pilihan varian, daftar fitur kabin, dan rincian sistem keselamatan akan menentukan daya saing Geely Okavango di kelas SUV 7 Penumpang. Informasi tersebut masih menunggu pengumuman Geely Auto Indonesia menjelang rencana peluncurannya.







