Borneo FC memasuki musim 2026/2027 dengan perubahan besar yang langsung terasa sejak latihan perdana di Stadion Segiri, Samarinda. Klub berjuluk Pesut Etam itu harus memulai persiapan tanpa Mariano Peralta, salah satu pemain yang menjadi bintang tim pada musim sebelumnya.
Kepergian Peralta terjadi di tengah perombakan besar karena Borneo FC juga mendatangkan 11 pemain baru. Enam di antaranya merupakan pemain asing, sehingga pekerjaan membangun kekompakan menjadi agenda utama sejak awal masa persiapan.
Latihan perdana digelar pada Selasa (21/7/2026) setelah para pemain menjalani masa libur lebih dari dua bulan. Sesi tersebut juga menandai dimulainya tugas Mauro Jeronimo, pelatih asal Portugal yang dipercaya membentuk fondasi baru tim.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Lokasi latihan perdana | Stadion Segiri, Samarinda |
| Pelatih baru | Mauro Jeronimo, Portugal |
| Jumlah rekrutan | 11 pemain baru |
| Pemain asing baru | 6 pemain |
| Perubahan penting | Mariano Peralta bergabung dengan Persib Bandung |
Peralta telah diumumkan sebagai pemain baru Persib Bandung pada Minggu (20/7/2026). Kepindahan itu menjadi salah satu perubahan paling menonjol ketika Borneo FC kembali mengumpulkan skuad untuk menyambut musim baru.
Absennya Peralta membuat Borneo FC perlu mencari kembali keseimbangan permainan yang telah dibangun pada musim lalu. Tantangan itu semakin besar karena banyaknya wajah baru, baik di dalam skuad maupun jajaran staf pelatih.
Target Domestik Tidak Boleh Tergeser
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menekankan bahwa latihan awal tidak hanya ditujukan untuk memulihkan kondisi fisik pemain. Proses ini juga dipakai untuk membangun komunikasi dan kebersamaan di tengah komposisi tim yang berubah signifikan.
Borneo FC tetap menaruh perhatian besar pada konsistensi di kompetisi domestik. Pada musim lalu, tim ini hanya kalah secara head to head dari Persib Bandung yang kemudian keluar sebagai juara.
Dandri mengingatkan bahwa target di kompetisi antarklub Asia tidak boleh membuat fokus tim di liga domestik melemah. Borneo FC diperkirakan akan menghadapi agenda padat dalam empat ajang domestik dan antarklub Asia.
“Saya harus meyakinkan betul kepada semua yang ada, jangan sampai kita sukses pada kompetisi antarklub Asia tetapi kita tidak sukses bersaing dalam liga domestik. Nah, ini menjadi persoalan tersendiri,” kata Dandri kepada Beritasatu.com di Samarinda, Selasa (21/7/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan manajemen ingin menjaga keseimbangan ambisi di setiap kompetisi yang diikuti. Kesiapan skuad menjadi faktor penting, terutama saat tim harus membagi tenaga dan fokus sepanjang musim.
Mauro Jeronimo Memulai dari Nol
Mauro Jeronimo melihat respons positif dari para pemain dalam hari pertama latihan. Menurutnya, skuad kembali dari libur dengan motivasi tinggi dan semangat baru untuk menjalani proses pembentukan tim.
“Sejauh ini cukup baik, saya cukup senang setelah dua bulan liburan, mereka kembali dengan termotivasi, semangat baru, kita punya banyak pemain baru, staf baru, karena kita harus membangun tim baru dari nol,” ujar Mauro.
Pelatih asal Portugal itu akan menjalankan pembentukan tim secara bertahap. Aspek teknik, taktik, fisik, dan mental menjadi fondasi yang perlu disiapkan sebelum Borneo FC memasuki persaingan musim baru.
Jumlah pemain baru yang besar membuat adaptasi menjadi kebutuhan mendesak bagi Pesut Etam. Keselarasan antar pemain, terutama dengan enam rekrutan asing, akan menentukan seberapa cepat tim mampu menemukan identitas permainannya.
Latihan di Samarinda kini menjadi titik awal bagi Borneo FC untuk menyatukan seluruh elemen tim. Dengan pelatih baru, staf baru, serta 11 rekrutan, klub harus segera membangun kekompakan agar tetap kompetitif di liga domestik maupun ajang antarklub Asia.
Source: www.beritasatu.com






