
Xpeng GX langsung mencuri perhatian sebelum resmi meluncur karena model ini diposisikan sebagai flagship baru merek tersebut. SUV listrik berukuran besar itu juga disebut sebagai produk termahal yang pernah ditawarkan Xpeng, bahkan melampaui X9.
Minat pasar sudah muncul lebih dulu lewat pembukaan pre-order di Tiongkok sejak 15 April 2026. Harga awalnya sekitar 399.800 yuan atau setara Rp1 miliaran, sehingga Xpeng GX langsung masuk ke radar konsumen yang mencari SUV listrik premium.
Masuk ke Kelas Atas
Xpeng GX dirancang sebagai SUV full-size yang menyasar pembeli dengan kebutuhan ruang besar, teknologi tinggi, dan fleksibilitas penggunaan. Langkah ini menandai dorongan Xpeng untuk masuk lebih dalam ke segmen premium, bukan sekadar menambah lini mobil listrik baru.
Dari sisi dimensi, mobil ini memiliki panjang 5.265 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.800 mm. Ukuran tersebut memperkuat kesan sebagai SUV besar yang ditujukan untuk kabin lapang dan kehadiran yang kuat di jalan.
Xpeng sebelumnya juga memberi sinyal lewat media sosial bahwa acara perkenalan akan digelar dalam waktu dekat. Sinyal itu kini mengarah pada jadwal peluncuran 20 Mei 2026.
Dua Opsi Penggerak
Xpeng GX hadir dengan dua pilihan sistem penggerak, yaitu battery electric vehicle atau BEV dan extended range electric vehicle atau EREV. Strategi ini memberi ruang bagi konsumen yang ingin kendaraan listrik murni maupun mereka yang membutuhkan jarak tempuh lebih panjang.
Pilihan ganda itu menunjukkan pendekatan Xpeng untuk menjangkau pasar yang lebih luas di segmen premium. Dalam kelas ini, fleksibilitas penggunaan harian dan perjalanan jauh menjadi faktor penting selain harga dan teknologi.
Platform Baru dan Kemampuan Otonom
Secara teknis, Xpeng GX dibangun di atas platform terbaru perusahaan, SEPA 3.0 atau Smart Electric Platform Architecture. Platform ini dirancang agar mobil listrik bekerja lebih efisien sekaligus siap mendukung teknologi berkendara otonom.
Salah satu sorotan terbesar ada pada kemampuan otonom hingga level 4. Dengan dukungan tersebut, Xpeng GX disebut dapat berjalan sendiri dalam situasi tertentu tanpa harus selalu dikendalikan penuh oleh pengemudi.
Arah pengembangan ini memperlihatkan bahwa Xpeng tidak hanya menjual kendaraan listrik. Pabrikan itu juga mendorong integrasi perangkat lunak, komputasi, dan fungsi otonom ke dalam produk flagship-nya.
Tiga Chip AI Turing
Xpeng GX juga dibekali tiga chip AI Turing hasil pengembangan internal Xpeng. Kombinasi ini disebut mampu memproses data dengan cepat dan kompleks, sehingga sistem kendaraan bisa bekerja lebih pintar saat membaca situasi sekitar.
Selain itu, Xpeng menyematkan dukungan AI berbasis Vision-Language-Action atau VLA. Teknologi ini dirancang agar interaksi antara pengemudi dan kendaraan terasa lebih natural, mudah, dan responsif.
Penerapan AI tersebut menegaskan bahwa Xpeng GX tidak hanya mengandalkan ukuran dan status flagship. Model ini juga dibangun untuk menawarkan pengalaman pengguna yang lebih intuitif lewat perpaduan teknologi otonom dan kecerdasan buatan.
Interiornya pun ditampilkan dengan nuansa modern dan canggih, sejalan dengan citra yang ingin dibangun sebagai produk premium. Dengan kombinasi itu, Xpeng GX diposisikan sebagai SUV yang menonjol bukan hanya karena harga, tetapi juga karena paket teknologi yang dibawanya.
Peluncuran pada 20 Mei 2026 akan menjadi ujian penting bagi Xpeng di kelas atas. Dengan pre-order yang sudah dibuka, harga awal sekitar Rp1 miliaran, dua pilihan sistem penggerak, platform baru, kemampuan otonom level 4, dan tiga chip AI Turing, Xpeng GX hadir sebagai salah satu model paling ambisius dari merek tersebut.
Source: kabaroto.com




