
Portal baru CBSE untuk pengajuan re-evaluasi lembar jawaban mendadak jadi bahan perbincangan setelah diluncurkan pada 2 Juni. Di media sosial, sebagian pengguna menilai tampilan situs itu punya ciri yang sering dikaitkan dengan laman yang dibuat memakai alat AI.
Sorotan itu cepat membesar karena portal tersebut hadir di tengah upaya CBSE memperbarui sistem setelah sejumlah pelanggaran keamanan sempat muncul di platform lama. Akibatnya, perdebatan tentang apakah situs baru itu “vibe coded” ikut menyeret perhatian publik yang sebelumnya sudah waspada terhadap keamanan layanan daring CBSE.
Apa yang membuat pengguna curiga
Istilah “vibe coding” merujuk pada praktik membuat kode situs dengan bantuan alat AI seperti Claude Code atau Codex. Dengan pendekatan ini, seseorang bisa membangun halaman web dari nol hanya lewat beberapa prompt, tanpa perlu pengetahuan teknis yang mendalam.
Kecurigaan atas portal CBSE muncul dari unggahan yang beredar di X dan Reddit. Sejumlah pengguna menyoroti elemen visual tertentu yang mereka anggap mirip pola desain pada situs hasil buatan AI.
Salah satu sorotan datang dari pengguna X yang memperhatikan emoji di beberapa bagian portal. Menurut pengguna itu, unsur semacam ini kerap muncul dalam teks atau tampilan yang dihasilkan AI.
Di Reddit, pengguna lain menyoroti skema warna dan latar belakang portal. Ia menilai nuansa warna yang dipakai terlihat seperti gradien latar yang umum ditemukan pada situs hasil “vibe coding”.
Jejak visual yang memancing perbandingan
Portal baru itu juga disebut masih membawa tampilan yang mirip dengan portal sebelumnya. Hal ini ikut memperkuat kesan bahwa perubahan pada sisi visual belum sepenuhnya menjauh dari tanda tanya yang pernah muncul pada versi lama.
Portal lama sebelumnya juga sempat memicu dugaan serupa terkait kemungkinan penggunaan AI dalam proses pembuatannya. Karena itu, kemunculan portal baru langsung dibaca sebagian pengguna sebagai pengulangan pola yang sama.
Ada pula pengguna X yang mencoba memeriksa halaman tersebut dengan alat yang disebut sebagai “vibe code detector”. Alat itu menampilkan skor 58 persen dan mengategorikannya sebagai “high probability” atau probabilitas tinggi bahwa situs dibuat dengan pendekatan vibe coding.
Meski begitu, hasil seperti itu belum bisa dianggap sebagai bukti pasti. Penilaian berbasis detektor AI masih diperdebatkan dan belum cukup untuk memastikan bagaimana sebuah situs benar-benar dikembangkan.
Seorang pengguna Reddit bahkan mengingatkan bahwa metrik semacam itu tidak valid jika dijadikan satu-satunya acuan. Ia menilai banyak hal lain juga bisa ikut terdeteksi, sehingga pemeriksaan langsung pada sumber halaman dianggap lebih masuk akal untuk menilai apakah ada pola kode yang terasa “AI-esque”.
CBSE belum memberi penjelasan
Hingga kini, CBSE belum memberi komentar apakah mereka memakai AI untuk membangun portal re-evaluasi baru itu. Lembaga tersebut juga belum mengonfirmasi dugaan serupa yang sebelumnya diarahkan ke portal lama.
Yang sudah jelas, peluncuran situs baru dilakukan setelah CBSE mengklaim telah menutup celah keamanan siber yang sebelumnya diungkap oleh peneliti remaja pada portal lama dan sistem On-screen Marking atau OSM. Latar belakang ini membuat perhatian terhadap kualitas teknis portal baru menjadi lebih tajam.
Karena situs lama pernah disorot akibat masalah keamanan, setiap detail desain dan struktur portal baru kini lebih mudah menjadi bahan pengamatan. Di internet, kombinasi antara tampilan yang dianggap “terlalu AI” dan riwayat insiden keamanan membuat spekulasi berkembang cepat.
Tren AI coding ikut memperbesar sorotan
Perdebatan soal portal CBSE ini juga muncul di saat penggunaan AI untuk menulis kode makin populer. Sejumlah perusahaan besar seperti Amazon dan Meta sebelumnya dilaporkan mendorong pemanfaatan AI yang lebih luas dalam pengembangan perangkat lunak.
Anthropic juga disebut mengklaim bahwa AI kini menulis sebagian besar kode di perusahaannya. Tren itu membuat penggunaan alat AI untuk membangun situs atau aplikasi bukan lagi hal yang mengejutkan, meski tetap memunculkan pertanyaan soal kualitas, keamanan, dan pengawasan manusia.
Dalam kasus portal CBSE, belum ada konfirmasi independen yang bisa memastikan apakah situs itu memang dibuat dengan Claude Code, Codex, atau alat AI lain. Sejauh ini, dugaan yang beredar masih bertumpu pada kemiripan tampilan, pengamatan pengguna, dan hasil alat deteksi yang sifatnya belum konklusif.
Perhatian publik tampaknya juga belum akan mereda dalam waktu dekat. Seperti portal lama, situs baru ini berpeluang terus diuji oleh pemerhati teknologi, termasuk peneliti muda dan peretas profesional, untuk mencari celah keamanan sekaligus menelusuri apakah ada jejak kuat penggunaan AI dalam pembuatannya.
Source: www.indiatoday.in




