Wuling Huajing S sedang menarik perhatian karena hadir sebagai SUV flagship elektrifikasi dengan paket yang tidak biasa. Model ini lahir dari kolaborasi SAIC-GM-Wuling dan Huawei, lalu mulai dipamerkan di Kuala Lumpur International Mobility Show setelah lebih dulu diperkenalkan di Auto China, Beijing.
Perpaduan antara desain futuristis, kabin digital, dan teknologi bantuan berkendara membuat Huajing S terlihat ditujukan untuk konsumen SUV premium. Pertanyaannya kini bergeser ke pasar berikutnya, termasuk kemungkinan Indonesia.
Sentuhan Huawei di eksterior dan kabin
Huawei tidak hanya hadir sebagai nama besar di balik kerja sama ini, tetapi ikut memengaruhi desain mobil melalui model Huawei Inside (HI) Plus. Salah satu hasilnya terlihat pada wajah depan yang menggabungkan lampu utama dengan bilah cahaya LED memanjang.
Karakter desain itu memberi kesan tegas dan modern. Dengan konfigurasi tiga baris, Huajing S juga diarahkan untuk keluarga besar atau pembeli yang menginginkan SUV berukuran besar dengan citra lebih mewah.
Bodi besar untuk ruang yang lebih lapang
Huajing S punya dimensi yang tergolong besar di kelasnya. Panjang mobil ini mencapai 5.235 mm dengan wheelbase 3.105 mm.
Ukuran tersebut menjadi modal utama untuk kabin yang lebih lega bagi penumpang di semua baris. Orientasinya jelas mengarah ke kenyamanan dan kepraktisan, bukan sekadar tampilan luar.
PHEV dengan tenaga besar dan efisiensi harian
Di balik bodi besar itu, Huajing S memakai teknologi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV. Mesin utamanya adalah empat silinder turbo 1.500 cc dengan tenaga 143 PS dan torsi 220 Nm.
Mesin tersebut bekerja bersama motor listrik depan yang menghasilkan tenaga hingga 272 PS dan torsi 310 Nm. Seluruh tenaga disalurkan lewat Dedicated Hybrid Transmission atau DHT yang dirancang untuk mengoptimalkan kerja sistem hybrid.
Jarak listrik murni jadi nilai jual utama
Huajing S tersedia dengan baterai LFP dalam dua kapasitas. Varian 31 kWh untuk model FWD mampu menempuh 200 km dalam mode listrik murni.
Opsi lainnya memakai baterai 41,9 kWh dengan jarak tempuh listrik murni 235 km. Angka ini menjadi salah satu daya tarik terbesar karena memberi ruang penggunaan harian tanpa terlalu sering bergantung pada mesin bensin.
Pengisian cepat dan fitur digital
Selain jarak tempuh, Huajing S mendukung pengisian cepat DC hingga 3,5C atau sekitar 145 kW. Dari 10 hingga 70 persen, pengisian disebut hanya butuh 14,5 menit.
Di dalam kabin, teknologi Huawei kembali dominan lewat layar instrumen 8,8 inci dan layar sentuh hiburan 15,6 inci. Keduanya berjalan dengan HarmonySpace 5, versi otomotif dari HarmonyOS 5.
Fitur standar lain yang ikut disematkan adalah Huawei Qiankun ADS Pro. Sistem ini memanfaatkan lidar dan kamera di bagian atas kaca depan untuk mendukung berbagai fitur bantuan pengemudi.
Indonesia masih sebatas kemungkinan
Untuk pasar Indonesia, kehadiran Huajing S belum memiliki kepastian. Informasi yang beredar masih sebatas spekulasi, sementara keputusan resminya tetap menunggu langkah Wuling.
Jika model ini benar masuk, Huajing S berpotensi langsung berhadapan dengan SUV elektrifikasi premium lain yang sudah lebih dulu hadir. Di antaranya ada BYD Sealion 8 DM-i, Jetour T2 i-DM, serta beberapa model hybrid dan PHEV dari merek Jepang maupun Tiongkok.







