Maine Coon Ternyata Bukan Cuma Besar, Ada Risiko Genetik yang Sering Luput

Maine Coon sering memancing perhatian bukan hanya karena tubuhnya yang besar, tetapi juga karena sifatnya yang lembut dan mudah akrab dengan manusia. Di balik citra “Gentle Giant” itu, ras ini ternyata menyimpan sejumlah risiko kesehatan genetik yang perlu dipahami calon pemilik.

Kucing ini memang terlihat gagah dengan bulu panjang yang tebal, tetapi karakter dasarnya cenderung manja dan senang berada di dekat orang. Kombinasi penampilan yang mencolok dan temperamen yang ramah membuat Maine Coon menjadi salah satu ras paling populer di dunia pecinta kucing.

Ukuran raksasa yang jadi ciri utama

Maine Coon dikenal sebagai ras kucing dengan tubuh terbesar. PetMD melansir, jantan dewasa bisa mencapai bobot hingga 11 kilogram, sementara betina umumnya berada di kisaran 4,5—6 kilogram.

Tingginya juga mencolok, yakni sekitar 25—40 cm. Ukuran itu baru tercapai penuh saat kucing berusia sekitar 3 hingga 5 tahun, sehingga pertumbuhannya tergolong lambat dibanding banyak ras lain.

Lembut, sosial, dan mudah berbaur

VCA Animal Hospitals menjelaskan bahwa Maine Coon punya sifat lembut, penuh kasih sayang, dan senang berada dekat pemiliknya. Karakter ini membuat mereka nyaman dipelihara di lingkungan rumah yang ramai.

Ras ini juga dikenal bisa berinteraksi dengan anak kecil dan cenderung akur dengan hewan lain, termasuk anjing. Tidak heran jika Maine Coon sering dipilih oleh keluarga yang ingin memelihara kucing dengan temperamen tenang dan mudah menyesuaikan diri.

Jari ekstra dan kaki yang cocok untuk salju

Salah satu ciri unik Maine Coon adalah polidaktili, atau kondisi memiliki jari ekstra. Normalnya, kucing memiliki lima jari di kaki depan dan empat jari di kaki belakang, tetapi pada Maine Coon kondisi itu lebih sering muncul.

Catnip melansir bahwa sekitar 40 persen kucing Maine Coon asli memiliki insidensi tinggi terhadap polidaktili. Ciri ini memberi dasar kaki yang lebih lebar dan membantu mereka bergerak di lingkungan bersalju yang licin.

The Spruce Pets juga menjelaskan bahwa habitat asal ras ini berada di alam yang keras, bersalju, dan licin. Karena itu, kaki mereka tumbuh kuat dan berambut tebal, mirip sepatu salju alami.

Suka air, tetapi tidak bebas dari risiko penyakit

Berbeda dari banyak kucing lain, Maine Coon justru dikenal suka air. Bulunya yang tahan air membuat mereka sering senang bermain dengan pancuran atau wadah air.

Namun, daya tarik fisik dan sifat unik itu tidak meniadakan risiko kesehatan yang menyertai ras ini. International Cat Care melansir bahwa Maine Coon rawan mengalami penyakit genetik seperti hypertrophic cardiomyopathy, hip dysplasia, patellar luxation, spinal muscular atrophy, dan defisiensi pyruvate kinase.

Purina menyebut ada tes DNA untuk memeriksa potensi hypertrophic cardiomyopathy, spinal muscular atrophy, dan defisiensi pyruvate kinase. Karena itu, pemilihan cat breeder yang terpercaya menjadi penting agar kucing yang dipelihara memiliki peluang kesehatan yang lebih baik.

Asal-usul dan harapan hidup yang perlu diperhatikan

Maine Coon berasal dari negara bagian Maine, Amerika Serikat, dan bahkan ditetapkan sebagai kucing resmi negara bagian tersebut. Status itu menegaskan posisinya sebagai salah satu ras paling ikonik dari Amerika.

Dengan perawatan, nutrisi, dan lingkungan yang sehat, harapan hidup Maine Coon berkisar antara 10 hingga 13 tahun. Angka ini menjadi pengingat bahwa ras besar dan memesona ini tetap membutuhkan perhatian rutin agar kualitas hidupnya terjaga.

Gabungan ukuran tubuh besar, bulu tebal, sifat lembut, dan ciri fisik yang tidak biasa membuat Maine Coon terus menonjol di antara ras kucing lain. Di saat yang sama, calon pemilik juga perlu memahami bahwa pesonanya datang bersama tanggung jawab merawat kesehatan genetiknya.

Source: www.idntimes.com

Terkait