Kenaikan harga BBM Pertamina per 10 Juni membuat jarak harga antardaerah terasa makin lebar. Bagi pengendara, selisih itu paling mudah terlihat pada Pertamax, yang di sebagian wilayah masih berada di Rp16.250 per liter, tetapi di daerah lain bisa lebih tinggi.
Di sisi lain, harga BBM subsidi tetap bertahan di level yang jauh lebih rendah. Pertalite masih Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter, sehingga perbedaan dengan produk nonsubsidi kini makin mencolok di banyak kota.
Harga acuan di Jawa dan wilayah besar lain
Untuk Jawa, Pertamax tercatat Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 berada di Rp17.000 per liter. Di wilayah yang mencantumkan daftar lengkap, Pertamax Turbo dipatok Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Pertamax Pertashop di Jawa dan Bali juga tercatat di Rp16.150 per liter. Di Nusa Tenggara Timur, harga yang sama muncul untuk Pertamax Pertashop, sementara Biosolar non-subsidi di wilayah itu berada di Rp22.900 per liter.
Perbedaan yang paling terasa di Sumatera dan kawasan FTZ
Wilayah Sumatera menunjukkan rentang harga yang cukup lebar. Aceh dan Sumatera Utara mencatat Pertamax Rp16.650 per liter, sedangkan Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau berada di Rp17.000 per liter.
Di kawasan FTZ, harga justru lebih rendah pada beberapa produk. FTZ Sabang mencatat Pertamax Rp15.250 per liter dan Pertamax Pertashop Rp15.150 per liter, sementara FTZ Batam menunjukkan Pertamax Rp15.500 per liter dan Pertamax Turbo Rp19.700 per liter.
Kalimantan, Sulawesi, dan Papua ikut menampilkan pola berbeda
Di Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur, Pertamax berada di Rp16.650 per liter dan Pertamax Turbo Rp21.200 per liter. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara memunculkan harga lebih tinggi, dengan Pertamax Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp21.650 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.900 per liter.
Seluruh wilayah Sulawesi mencatat Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter. Di Papua, Pertamax juga berada di Rp16.650 per liter, sementara Pertamax Turbo tercatat Rp21.200 per liter dan Dexlite Rp23.500 per liter.
Tidak semua produk tersedia di setiap daerah
Daftar harga menunjukkan bahwa beberapa produk memang tidak muncul di semua wilayah. Pertamax Green 95 tidak tercantum di banyak daerah di luar Jawa, Bali, dan sejumlah wilayah tertentu, sedangkan Pertamax Turbo juga tidak tampil di beberapa area seperti FTZ Sabang, Maluku dan Maluku Utara, serta Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Di Maluku dan Maluku Utara, Pertamax berada di Rp16.650 per liter dan Pertamax Pertashop Rp16.550 per liter. Pada Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, harga yang tercatat juga sama untuk Pertamax dan Pertamax Pertashop, masing-masing Rp16.650 per liter dan Rp16.550 per liter.
Penyesuaian harga mengikuti pasar minyak dunia
PT Pertamina Patra Niaga menyebut pembaruan harga ini mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan evaluasi berkala perusahaan. Karena itu, harga BBM nonsubsidi bisa berbeda antardaerah, dipengaruhi distribusi, kondisi geografis, dan kebijakan khusus seperti Free Trade Zone.
Bagi pengendara, perubahan per 10 Juni 2026 membuat pengecekan harga sebelum mengisi BBM semakin penting. Harga masih berpeluang bergerak lagi karena ikut dipengaruhi dinamika pasar minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Source: moladin.com






