Jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening bank terus menyusut, dengan penurunan sekitar 2 juta orang setiap tahun. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memandang perubahan ini sebagai salah satu sinyal bahwa kegiatan transaksi di masyarakat tetap berjalan.
Saat ini, warga yang belum memiliki rekening diperkirakan tersisa sekitar 15 juta orang. Berkurangnya kelompok tersebut dinilai sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menerima dana, membayar kebutuhan, dan melakukan perpindahan uang.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menilai rekening telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi sehari-hari. Bukan hanya jumlah pemilik rekening yang bertambah, rekening yang aktif digunakan juga disebut meningkat dalam setahun terakhir.
| Indikator | Perkembangan | Keterangan |
|---|---|---|
| Masyarakat tanpa rekening | Turun sekitar 2 juta orang per tahun | Tersisa sekitar 15 juta orang |
| Rekening aktif | Bertambah | Meningkat dalam setahun terakhir |
| Jumlah dan nominal simpanan | Masih naik | Laju pertumbuhannya melambat |
Anggito menyampaikan penilaian itu setelah rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta. Keterangan tersebut disampaikan pada Selasa, 21 Juli 2026, dalam pembahasan mengenai kondisi perekonomian nasional.
“Berarti kan masyarakat punya rekening untuk beraktivitas. Terus rekening yang aktif juga semakin banyak. Setahun terakhir ini,” kata Anggito.
Aktivitas pada rekening menjadi perhatian karena dapat memperlihatkan pergerakan dana di tingkat masyarakat. Pemakaian rekening mencakup transaksi pembayaran, penerimaan dana, serta perpindahan uang dari satu rekening ke rekening lain.
Menurut Anggito, kenaikan aktivitas tersebut terlihat dari meningkatnya pembayaran dan penerimaan dana. “Jadi itu menunjukkan ekonominya itu aktif. Perpindahan rekening, pembayaran, payment, penerimaan itu naik,” ujarnya.
Kajian hingga level mikro
LPS berencana menelaah perkembangan itu lebih dalam melalui kajian aktivitas ekonomi pada tingkat mikro dan super mikro. Salah satu aspek yang akan didalami adalah mutasi rekening masyarakat.
Pengamatan terhadap mutasi rekening dipandang dapat membantu membaca pola pergerakan dana dalam kegiatan harian. Namun, LPS belum merinci hasil awal maupun jadwal pelaksanaan kajian lanjutan tersebut.
Simpanan masih tumbuh
Selain penggunaan rekening, LPS juga melihat jumlah rekening dan nilai simpanan masyarakat tetap bertambah. Pertumbuhannya memang disebut tidak secepat periode sebelumnya, tetapi kedua indikator masih menunjukkan kenaikan.
Pada pembahasan tingkat makro, Anggito turut menyinggung kondisi fiskal dan penguatan cadangan devisa sebagai bagian dari indikator yang dibahas. Sementara pada tingkat masyarakat, pertumbuhan rekening dan simpanan menjadi salah satu gambaran perkembangan aktivitas keuangan.
Kelompok simpanan berjumlah besar juga menjadi perhatian dalam data tersebut. Anggito menyebut simpanan dengan nominal di atas Rp5 miliar mencatat kenaikan yang tinggi.
Perkembangan kepemilikan rekening, transaksi aktif, dan simpanan ini akan menjadi bahan pendalaman LPS untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat secara lebih rinci. Fokus kajian berikutnya diarahkan pada bagaimana dana berputar melalui rekening dalam aktivitas sehari-hari.
