Login hingga Transaksi Dijaga Berlapis, Ini Benteng Digital Bank Mandiri

Author: Cung Media

Akses rekening dan transaksi digital menjadi titik yang paling sensitif bagi nasabah perbankan. Bank Mandiri memperkuat perlindungan berlapis agar setiap aktivitas, mulai dari login hingga otorisasi transaksi, tetap tervalidasi dan berada dalam kendali pengguna.

Penguatan itu dijalankan melalui Bank Mandiri Cyber Resilience Framework. Kerangka ini mencakup pengamanan operasional, perlindungan sistem, tata kelola, serta peningkatan kesadaran keamanan informasi.

Perlindungan tidak dibuat seragam untuk seluruh pengguna layanan digital. Bank Mandiri menyesuaikan metode verifikasi berdasarkan kebutuhan nasabah ritel, perusahaan, dan pelaku usaha.

Lapisan Keamanan di Tiga Platform

Platform Pengguna Utama Perlindungan
Livin’ by Mandiri Nasabah ritel Biometric login, smart protection, dan card control
Kopra by Mandiri Nasabah korporasi Multi-layer authorization dan token authentication berbasis QR
Livin’ Merchant Pelaku usaha Kata sandi, face recognition, dan PIN

Pada Livin’ by Mandiri, nasabah dapat memakai biometric login berbasis pengenalan wajah untuk masuk ke aplikasi. Platform ini juga dibekali smart protection yang membatasi akses pada kondisi berisiko, termasuk ketika pengguna menerima panggilan telepon.

Nasabah juga dapat mengatur PIN kartu dan memblokir kartu langsung melalui fitur card control. Mekanisme tersebut memberi kendali tambahan atas kartu yang digunakan dalam aktivitas perbankan.

Untuk kebutuhan perusahaan, Kopra by Mandiri menerapkan multi-layer authorization. Proses otorisasi transaksi turut didukung token authentication berbasis QR.

Di sisi pelaku usaha, Livin’ Merchant menggunakan kombinasi kata sandi, face recognition, dan PIN. Metode ini disiapkan untuk mendukung keamanan operasional pengguna layanan merchant.

Pemantauan Sistem Berjalan 24 Jam

Pengamanan pada aplikasi didukung Security Operation Center atau SOC yang beroperasi 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. SOC bertugas memantau sistem teknologi informasi serta mendeteksi potensi ancaman siber secara real time.

Bank Mandiri juga memperkuat pengelolaan akses pengguna dalam ekosistem digitalnya. Asesmen keamanan dilakukan terhadap mitra dan pihak ketiga sebagai bagian dari pengendalian risiko.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyatakan keandalan layanan menjadi fondasi utama industri perbankan. Dalam keterangan resmi yang dikutip finance.detik.com, ia menekankan bahwa perkembangan perbankan digital membutuhkan inovasi yang sejalan dengan tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.

“Keandalan layanan merupakan fondasi utama industri perbankan,” ujar Adhika. Menurutnya, penguatan tata kelola digital dilakukan melalui pengelolaan risiko yang komprehensif, peningkatan kapabilitas keamanan siber, dan budaya kepatuhan di seluruh organisasi.

Perlindungan Data dan Tata Kelola

Selain teknologi, Bank Mandiri membangun budaya keamanan informasi melalui peningkatan awareness bagi para pemangku kepentingan. Kebijakan keamanan informasi juga diselaraskan dengan kebutuhan bisnis dan regulasi yang berlaku.

Komitmen itu didukung sertifikasi internasional untuk pengelolaan keamanan informasi, operasional teknologi informasi, layanan berbasis cloud, dan pengelolaan SOC. Perseroan juga memiliki laboratorium forensik digital berakreditasi internasional guna mendukung investigasi dan respons insiden keamanan siber.

Pada tingkat tata kelola, pengawasan Dewan Komisaris dan Direksi diperkuat melalui pengendalian internal, kebijakan perlindungan data, serta Whistleblowing System yang dikelola independen. Bank Mandiri mencatat skor Corporate Governance Perception Index sebesar 95,30 dan masuk kelompok perusahaan dengan persepsi tata kelola terbaik di Indonesia.

Pelaksanaan pengelolaan risiko tersebut mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan aturan Bank Indonesia yang relevan. Bank Mandiri menyatakan akan melanjutkan sinergi antara tata kelola, inovasi, dan manajemen risiko untuk menjaga layanan digital yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Source: finance.detik.com
Terbaru