Persaingan HP kamera premium tidak lagi hanya ditentukan oleh megapiksel atau jumlah lensa. Sejumlah model kini menawarkan grip fisik, teleconverter, dan kontrol yang membuat ponsel semakin mendekati fungsi kamera saku.
Aksesori lensa tambahan menjadi pembeda paling menarik dalam daftar ini, terutama untuk memotret subjek dari jarak jauh. Di sisi lain, sensor besar, zoom periskop, pemrosesan AI, dan kemampuan video tetap menjadi senjata utama tiap perangkat.
| Model | Kamera Utama | Keunggulan Menonjol |
|---|---|---|
| Vivo X300 Ultra | 200MP 35mm | Teleconverter hingga 400mm |
| Oppo Find X9 Ultra | 200MP | Zoom optik 10x Hasselblad |
| iPhone 17 Pro | Tiga kamera 48MP | Video 4K Dolby Vision 120fps |
| Samsung Galaxy S26 Ultra | 200MP f/1.4 | Low-light dan video APV |
| Xiaomi 17 Ultra | Sensor tipe 1 inci | Apertur variabel Leica |
| Google Pixel 10 Pro XL | 50MP | AI Camera Coach dan zoom 100x |
| Vivo X300 Pro | 50MP Sony LYT828 | Telefoto periskop 200MP |
1. Vivo X300 Ultra
Vivo X300 Ultra mengambil pendekatan paling dekat ke kamera modular melalui Professional Imaging Kit. Paket ini mencakup grip kamera serta dua modul teleconverter Zeiss dengan jangkauan ekuivalen 200mm dan 400mm.
Kamera utamanya memakai Sony LYTIA 901 200MP dengan focal length 35mm, ditemani telefoto periskop 200MP 85mm bergimbal. Ada pula kamera ultrawide 50MP 14mm berlabel Zeiss untuk sudut pengambilan lebih lebar.
2. Oppo Find X9 Ultra
Oppo Find X9 Ultra mengandalkan kolaborasi Hasselblad dengan kamera utama 200MP, telefoto 200MP, serta lensa zoom optik 10x. Lensa tersebut disebut mampu menjaga kualitas optik hingga pembesaran 20x.
Teknologi zoom internal LUMO dirancang untuk meningkatkan detail pada rentang zoom 2x dan 6x. Earth Explorer Kit melengkapi perangkat ini dengan teleconverter, grip, serta adaptor filter 67mm.
Mode Hasselblad Master menyediakan keluaran foto 8K dan profil Original Film. Kombinasi tersebut membuat Find X9 Ultra menonjol bagi pengguna yang mengutamakan karakter warna dan fleksibilitas aksesori.
3. Apple iPhone 17 Pro
iPhone 17 Pro membawa tiga kamera belakang 48MP, terdiri dari Fusion camera, ultrawide, dan telefoto dengan sensor lebih besar. Kamera telefotonya mendukung zoom optik 4x pada 100mm dan 8x pada 200mm.
Chip A19 Pro menangani pembaruan Photonic Engine, sementara Camera Controls fisik memberi akses cepat ke eksposur, depth, dan photographic styles. Untuk video, perangkat ini mendukung 4K Dolby Vision hingga 120fps serta perekaman spatial audio.
4. Samsung Galaxy S26 Ultra
Samsung Galaxy S26 Ultra menempatkan fotografi dan video cahaya rendah sebagai fokus melalui kamera utama 200MP dengan bukaan f/1.4. Ultrawide 50MP-nya memakai bukaan f/1.9, sedangkan konfigurasi zoom mencakup telefoto 10MP 3x dan periskop 50MP 5x.
Gizmochina mencatat bukaan yang lebih lebar membantu kamera menangkap lebih banyak cahaya secara alami. Perangkat ini juga mendukung Advanced Professional Video atau APV, Super Steady yang diperbarui, dan alat penyuntingan AI bawaan.
5. Xiaomi 17 Ultra
Xiaomi 17 Ultra mempertahankan modul kamera bundar dengan empat kamera hasil kerja sama Leica. Kamera utamanya menggunakan sensor tipe 1 inci dan apertur variabel, ditemani tiga kamera 50MP untuk ultrawide, telefoto 3x, serta periskop 5x.
Chip Surge menangani pemrosesan gambar dengan karakter warna dan kontras khas Leica serta minim shutter lag. Photography Kit tambahannya menyediakan casing dengan tombol rana dua tahap, tuas zoom, dan ulir filter 67mm.
6. Google Pixel 10 Pro XL
Google Pixel 10 Pro XL mengusung kamera utama 50MP, ultrawide 48MP, dan telefoto 48MP dengan zoom optik 5x. Kekuatan perangkat ini berada pada fotografi komputasional melalui chip Tensor G5 dan image signal processor khusus.
Camera Coach dapat memberi saran komposisi dan pencahayaan langsung di perangkat, sementara Auto Best Take serta Magic Cue membantu penyempurnaan foto. Pixel 10 Pro XL juga mendukung 100x Pro Res Zoom dan video 8K melalui pemrosesan Video Boost.
7. Vivo X300 Pro
Vivo X300 Pro menjadi opsi bagi pengguna yang membutuhkan telefoto kelas tinggi tanpa beralih ke varian Ultra. Perangkat ini memakai sensor utama Sony LYT828 50MP, ultrawide 50MP, dan telefoto periskop 200MP yang sama seperti X300 Ultra.
Chip pencitraan ganda V3+ dan VS1 mendukung perekaman video portrait sinematik 4K HDR. Model ini juga kompatibel dengan teleconverter Zeiss 2,35x, sehingga pemotretan jarak jauh tetap bisa diperluas lewat aksesori fisik.
