Vivo X300 Ultra datang dengan target yang sangat jelas, yaitu merebut perhatian kreator video yang selama ini identik dengan iPhone. Ponsel ini membawa perekaman 4K 120fps Log di seluruh lensa belakang, fitur yang langsung menempatkannya di arena paling sensitif bagi videografer mobile.
Bagi pengguna yang sering mengedit video, format Log memberi ruang lebih luas untuk color grading dan penyesuaian warna. Dukungan frame rate tinggi juga membuka peluang slow-motion sinematik dari berbagai sudut pengambilan gambar, bukan hanya dari kamera utama.
Log di semua lensa belakang
Langkah vivo terasa agresif karena fitur 4K 120fps Log tidak dibatasi pada satu kamera. Tiga lensa belakang bisa digunakan untuk merekam dengan konsistensi warna yang sama, sehingga kreator lebih leluasa memilih sudut lebar, utama, atau telephoto tanpa kehilangan karakter visual.
Vivo juga menambahkan dukungan kodek APV 422 yang dikembangkan Samsung. Format ini disebut lossless dan diklaim 20% lebih hemat ruang penyimpanan dibanding HEVC atau H.265.
Efisiensi penyimpanan menjadi penting karena file video 10-bit Log biasanya berukuran besar. Dengan ruang yang lebih hemat, proses pemindahan file dan pengolahan warna dapat dilakukan lebih praktis tanpa mengorbankan kualitas.
Disiapkan untuk alur kerja profesional
Hadie Mandala, Product Manager Vivo Indonesia, menegaskan bahwa smartphone kini bukan lagi sekadar alat dokumentasi, melainkan medium utama untuk menciptakan karya visual dengan standar profesional. Arah itu terlihat dari dukungan ACES yang membuat vivo X300 Ultra lebih siap masuk ke alur kerja produksi serius.
Perangkat ini juga menawarkan pratinjau 3D LUT secara real-time saat pengambilan gambar. Fitur tersebut membantu kreator membaca hasil warna lebih cepat sebelum masuk ke tahap penyuntingan lanjutan.
Di sektor performa, vivo membekali X300 Ultra dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Pro Imaging Chip VS1+. Kombinasi ini disiapkan untuk menopang beban kerja berat saat merekam video resolusi tinggi dalam durasi panjang.
Kamera besar dan daya tahan besar
Bagian kamera menjadi salah satu senjata utama perangkat ini. Lensa utama 35mm memakai sensor 200MP Sony LYTIA-901 berukuran 1/1.12 inci dengan stabilitas CIPA 6.5.
Untuk kebutuhan jarak jauh, vivo memasang kamera 200MP ZEISS APO Telephoto 85mm dengan sensor Samsung ISOCELL HP0 berukuran 1/1.4 inci dan stabilitas CIPA 7.0. Sementara itu, sudut lebar ditangani lensa ultra-wide 14mm dengan sensor 50MP Sony LYTIA-818 berukuran 1/1.28 inci.
Agar tetap sanggup dipakai lama, ponsel ini membawa baterai 6600mAh BlueVolt dan pengisian cepat 100W FlashCharge. Vivo juga menyertakan sistem pendingin Liquid Cooling Vapor Chamber untuk menjaga suhu tetap stabil saat perekaman berat berlangsung.
Layar besar, paket awal yang agresif
Di bagian depan, vivo X300 Ultra memakai panel 6.82 inci LTPO 2K 144Hz ZEISS Master Color Display. Panel ini melengkapi arah perangkat yang memang disiapkan untuk perekaman sekaligus pemantauan gambar yang lebih presisi.
Vivo membuka Early Pre-Order pada 4-11 Mei 2026 dengan uang muka Rp2.000.000 di e-Store. Total keuntungan yang ditawarkan mencapai Rp6.000.000, termasuk garansi layar 12 bulan dan tambahan garansi resmi 12 bulan.
Dengan kombinasi 4K 120fps Log, APV 422, dukungan ACES, dan tiga kamera belakang beresolusi tinggi, vivo X300 Ultra diposisikan sebagai ancaman serius bagi dominasi video iPhone di kelas premium. Perangkat ini jelas tidak hanya mengejar kualitas foto, tetapi juga menekan langsung area yang paling diperhatikan para pembuat konten video.
