Valuasi Niramas Utama Dianggap Murah, PER 9,60 Kali Bikin IPO Ini Menarik

PT Niramas Utama Tbk masuk ke radar pasar karena valuasinya dinilai masih terjangkau menjelang IPO. Jika saham dilepas di batas atas Rp1.120 per saham, emiten produsen makanan dan minuman merek Inaco itu diperkirakan mencatat PER 9,60 kali dan PBV 2,81 kali.

Angka tersebut membuat posisi harga IPO Niramas Utama terlihat cukup kompetitif di tengah emiten sejenis. Di saat yang sama, pasar juga menunggu apakah kombinasi valuasi dan rencana ekspansi ini mampu menarik minat investor saat pencatatan di Bursa Efek Indonesia.

Lebih rendah dari Cimory, masih di atas Kino

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyebut valuasi itu masih berada di bawah PT Cimory Mountain Dairy Tbk yang diperdagangkan pada PER 15,58 kali. Namun, level Niramas Utama tetap lebih tinggi dibanding PT Kino Indonesia Tbk yang memiliki PER 6,29 kali.

Perbandingan tersebut menempatkan harga IPO Niramas Utama di area menengah dalam kelompok emiten konsumer sejenis. Bagi pasar, jarak valuasi ini menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum saham resmi melantai.

Berpotensi raup dana hingga Rp392 miliar

Dalam aksi penawaran umum perdana ini, Niramas Utama akan melepas sebanyak-banyaknya 350 juta lembar saham baru. Jumlah itu setara dengan 25,93 persen dari total modal ditempatkan setelah IPO.

Dengan kisaran harga Rp900 hingga Rp1.120 per saham, perseroan berpotensi meraup dana segar hingga Rp392 miliar. Dana tersebut akan menjadi modal utama untuk memperkuat ekspansi bisnis dan mendukung kebutuhan operasional perusahaan.

Sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi baru dan membeli mesin pendukung. Langkah itu disiapkan untuk memperluas kapasitas produksi di tengah kebutuhan ekspansi yang masih berjalan.

Jadwal IPO dan rencana dividen

Masa penawaran awal atau bookbuilding dijadwalkan berlangsung pada 15-22 Juni 2026. Setelah itu, masa penawaran umum akan digelar pada 1-3 Juli 2026 sebelum pencatatan resmi dilakukan pada 7 Juli 2026.

Sisa dana IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja operasional. Penggunaan itu mencakup pembelian bahan baku utama dan bahan pengemas produk untuk mendukung kegiatan produksi.

Di luar rencana ekspansi, manajemen juga menyiapkan kebijakan dividen bagi pemegang saham. Perseroan berkomitmen membagikan dividen tunai tahunan dengan rasio maksimal 30 persen dari laba bersih setelah resmi menjadi perusahaan terbuka.

Terkait