BlackRock Pangkas 1 Persen Karyawan, Tetap Gencar Ekspansi di Tengah Efisiensi

BlackRock kembali mengambil langkah efisiensi yang berdampak langsung pada tenaga kerja globalnya. Manajer aset raksasa itu memangkas sekitar 1 persen karyawan, atau sekitar 200 orang, di saat bisnis perusahaan masih terus berkembang.

Langkah ini memperlihatkan kontras yang cukup tajam: di satu sisi ada pengurangan staf, di sisi lain ekspansi tetap berjalan. Bagi BlackRock, penyesuaian ini diposisikan sebagai disiplin organisasi yang normal dalam perusahaan yang terus tumbuh.

Efisiensi yang dilakukan berulang

Dilansir dari Detik Finance, keputusan tersebut disebut sebagai bagian dari penyesuaian organisasi yang terukur dan berkelanjutan. CEO BlackRock, Larry Fink, dikaitkan dengan strategi efisiensi itu di tengah pertumbuhan perusahaan.

BlackRock juga tercatat sudah melakukan langkah serupa sebanyak tiga kali dalam 18 bulan terakhir. Pola itu menunjukkan bahwa efisiensi internal telah menjadi bagian dari manajemen perusahaan dalam periode penataan yang berulang.

Ekspansi tetap jalan

Meski memangkas karyawan, BlackRock tetap aktif memperbesar jangkauan bisnisnya. Perusahaan investasi berskala besar itu telah menuntaskan sejumlah agenda akuisisi korporasi dalam beberapa tahun terakhir.

Di saat yang sama, BlackRock juga membuka lowongan untuk posisi-posisi penting di berbagai lini. Rekrutmen itu mencakup manajer investasi, operasional, dan teknologi informasi.

Fokus baru di pembiayaan swasta

Sebagian perekrutan diarahkan untuk memperkuat divisi pembiayaan perusahaan swasta. Unit ini sebelumnya diperkuat lewat pembelian HPS Investment Partners senilai US$ 12 miliar pada tahun lalu.

Akuisisi tersebut menjadi pembelian terbesar BlackRock di bidang kredit swasta. Langkah itu menegaskan keseriusan perusahaan memperluas bisnis pembiayaan alternatif di luar lini tradisional pengelolaan aset.

Pernyataan manajemen

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan, “Tindakan yang kami ambil hari ini adalah disiplin biasa dari sebuah organisasi yang terus berkembang.” Pernyataan itu dikutip dari Straits Times pada Selasa (16/6/2026).

Manajemen BlackRock menegaskan peninjauan komposisi pegawai akan terus dilakukan di seluruh lini usaha. Mereka menyebut penyesuaian struktur ini bertujuan menjaga kualitas layanan terbaik bagi para klien.

Riwayat pengurangan staf

BlackRock sempat mengaktifkan kembali program pengurangan karyawan pada 2023 setelah membekukannya selama masa pandemi. Setelah itu, perusahaan dengan nilai kelolaan mencapai US$ 14 triliun ini juga meluncurkan dua gelombang PHK besar pada 2025.

Dalam dua gelombang itu, BlackRock memotong sekitar 1 persen staf pada setiap fasenya. Rangkaian langkah tersebut memperlihatkan bahwa efisiensi tenaga kerja menjadi bagian dari strategi organisasi yang terus diulang saat perusahaan menata ulang prioritas bisnisnya.

Terkait