Hubungan Buggy dan Shanks di One Piece selalu menarik karena keduanya berangkat dari titik yang sama, lalu berakhir di jalur yang sangat berbeda. Dari kru muda di kapal Gol D. Roger, mereka kini sama-sama berdiri sebagai Yonko dengan ambisi yang mulai saling berhadapan.
Di balik reputasi mereka saat ini, ada sejarah panjang yang berisi persahabatan, pertengkaran kecil, rasa kesal, dan keputusan besar yang mengubah arah hidup masing-masing. Itulah yang membuat dinamika Buggy dan Shanks terasa lebih rumit daripada sekadar rivalitas biasa.
Awal kedekatan di kapal Roger
Buggy dan Shanks sama-sama menjadi kru magang di Oro Jackson milik Gol D. Roger. Mereka tumbuh bersama di lingkungan yang sama, belajar bertarung, bernavigasi, dan bertahan di laut dari Roger serta Silvers Rayleigh.
Kedekatan itu membentuk hubungan yang mirip sahabat lama yang sering beradu pendapat. Meski kerap berselisih, keduanya tetap berada dalam lingkaran yang sama sejak masa muda.
Pertengkaran kecil yang tak pernah hilang
Salah satu momen yang paling dikenal adalah perdebatan mereka soal Kutub Utara dan Kutub Selatan. Perdebatan sederhana itu sering memanas dan berakhir dengan adu fisik, sampai Rayleigh turun tangan untuk melerai.
Kontras sifat keduanya terlihat jelas sejak kecil. Buggy dan Shanks punya karakter yang berbeda, tetapi justru itu yang membuat interaksi mereka terus diingat penggemar.
Insiden Bara Bara no Mi yang meninggalkan dendam
Buggy menyimpan kekesalan besar terhadap Shanks karena insiden lama yang melibatkan Bara Bara no Mi. Saat Buggy berniat menjual buah iblis itu, Shanks mengejutkannya dari belakang hingga Buggy tanpa sengaja menelannya sendiri.
Akibatnya, Buggy kehilangan peluang yang diincarnya dan juga kemampuan untuk berenang seperti pengguna buah iblis pada umumnya. Sejak saat itu, Buggy menganggap Shanks sebagai penyebab kegagalan tersebut.
Shanks sempat memilih tinggal untuk merawat Buggy
Ada pula sisi lain dari hubungan mereka yang menunjukkan loyalitas Shanks. Ketika kru Roger hendak melanjutkan perjalanan menuju Laugh Tale, Buggy jatuh sakit demam tinggi.
Shanks memilih tinggal di sebuah pulau untuk merawat Buggy. Keputusan itu membuat keduanya tidak ikut menyaksikan langsung rahasia One Piece bersama kru utama Roger.
Setelah Roger dieksekusi, jalan mereka berpisah
Sesudah eksekusi Gol D. Roger di Loguetown, Shanks sempat mengajak Buggy bergabung dengannya. Buggy menolak ajakan itu karena merasa tersinggung dan kecewa dengan sikap Shanks yang tidak segera mengejar gelar Raja Bajak Laut.
Sejak momen itu, keduanya berjalan sendiri-sendiri sebagai kapten. Hubungan mereka pun bergeser dari rekan lama menjadi dua sosok dengan arah dan kepentingan masing-masing.
Pertemuan kembali di Marineford
Setelah lama tak berjumpa, Buggy dan Shanks kembali dipertemukan di Perang Marineford. Dalam situasi yang penuh ketegangan, Shanks memanfaatkan Buggy untuk mengantarkan topi jerami demi membantu Trafalgar Law dan menyelamatkan Luffy.
Pertemuan itu membawa unsur komedi di tengah perang besar. Buggy bahkan berani memarahi Shanks di depan umum, dan tindakan itu justru membuat para pengikut Buggy semakin mengaguminya.
Sama-sama naik ke status Yonko
Dunia bajak laut kemudian dikejutkan ketika Buggy dan Shanks sama-sama masuk jajaran Yonko baru. Shanks meraih posisi itu berkat pengaruh dan kekuatannya, sementara Buggy naik lewat rangkaian kesalahpahaman, keberuntungan, dan keterlibatan Cross Guild.
Fakta ini menunjukkan bahwa keduanya kini berada di puncak dunia bajak laut. Meski jalurnya berbeda jauh, bayang-bayang masa muda mereka di kru Roger masih terlihat jelas.
Ambisi yang kini saling mendekat
Dalam perkembangan cerita terbaru, Shanks menyatakan niat untuk mengklaim One Piece. Buggy kemudian ikut terdorong untuk terlibat dalam perburuan harta karun terbesar itu setelah melihat langkah Shanks.
Situasi ini menempatkan mereka bukan lagi sekadar teman lama, melainkan pesaing yang sama-sama mengincar tujuan terbesar para bajak laut. Hubungan Buggy dan Shanks pun terus bergerak di antara nostalgia, rivalitas, dan ambisi yang saling berhadapan.
Source: mediaindonesia.com






