Biaya logistik Indonesia masih tinggi, dan beban terbesarnya justru ada di jalan raya. Di tengah dorongan menekan emisi, truk angkutan barang kini dilihat sebagai salah satu titik paling strategis untuk dibenahi.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kementerian Perhubungan, Reza Hertantyo, menyebut biaya logistik Indonesia pada 2022 mencapai 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Angka itu masih jauh di atas negara maju yang mampu menjaga biaya logistik di kisaran 8 persen terhadap PDB.
Transportasi darat masih paling berat
Dalam struktur biaya logistik nasional, transportasi darat menjadi komponen terbesar dengan kontribusi sekitar 7 persen dari PDB. Kondisi ini menunjukkan ruang efisiensi masih sangat terbuka, terutama pada angkutan barang yang menopang distribusi nasional.
Reza menyampaikan hal itu dalam diskusi publik Heavy Duty Vehicle Decarbonization Through Zero Emission Truck In Indonesia. Ia menekankan bahwa pembenahan sektor ini bukan hanya soal biaya, tetapi juga soal daya saing ekonomi.
Jumlah truk kecil, dampaknya besar
Data inventarisasi emisi Kemenhub tahun 2024 memperlihatkan besarnya peran truk dalam emisi transportasi nasional. Subsektor transportasi darat menyumbang sekitar 87 persen dari total emisi sektor transportasi, dengan emisi gas rumah kaca mencapai 137.455.211 ton karbon dioksida.
Meski jumlah truk kurang dari 4 persen dari total kendaraan di Indonesia, kendaraan angkutan barang menyumbang sekitar 31 persen emisi transportasi darat pada 2024. Tingginya angka itu dipengaruhi aktivitas distribusi barang yang padat, rantai logistik yang panjang, dan dominasi bahan bakar biosolar pada armada angkutan barang.
Tekanan untuk beralih ke truk rendah emisi
Pemerintah melihat transformasi angkutan barang sebagai jalan untuk menjawab dua persoalan sekaligus. Di satu sisi, sektor ini perlu lebih efisien agar biaya logistik turun, dan di sisi lain emisinya harus ditekan untuk mendukung target iklim.
Sejumlah langkah sudah disiapkan untuk mempercepat dekarbonisasi kendaraan berat atau heavy duty vehicle. Kebijakan yang berjalan mencakup standar emisi Euro 4, program biodiesel, percepatan elektrifikasi kendaraan komersial, dan kebijakan Zero ODOL atau Over Dimension Over Loading.
Peta jalan masih disusun
Transformasi itu juga terkait langsung dengan komitmen Indonesia dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution dan target Net Zero Emission pada 2060. Pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu wilayah penting dalam pencapaian agenda tersebut.
Kemenhub bersama World Resources Institute Indonesia melalui program UK PACT kini menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi nasional. Kajian itu mencakup pemetaan emisi, proyeksi kebutuhan energi, target penurunan emisi, dan strategi transisi menuju sistem transportasi rendah karbon.
Reza menegaskan bahwa dekarbonisasi transportasi darat tidak sederhana karena melibatkan banyak jenis kendaraan, dari sepeda motor hingga truk berat. Karena itu, pengembangan ekosistem, infrastruktur, pembiayaan, regulasi, dan tata kelola menjadi unsur yang dinilai sangat penting.
Pemerintah berharap percepatan adopsi teknologi kendaraan nol emisi pada angkutan barang, termasuk truk listrik, dapat membantu pencapaian target iklim Indonesia. Di saat yang sama, langkah itu diharapkan mendorong sistem logistik yang lebih efisien di tengah kebutuhan distribusi barang yang terus meningkat.
