Toyota resmi membawa Hilux listrik ke Indonesia dan langsung menempatkannya di posisi yang sangat spesifik. Pickup ini tetap mempertahankan karakter kerja keras, tetapi kini hadir dalam opsi Battery EV yang jauh lebih mahal daripada varian diesel.
Yang membuat perhatian tertarik bukan hanya status elektrifikasinya, melainkan juga jarak tempuhnya yang tergolong pendek untuk kelas kendaraan niaga. Toyota mencatat Hilux Battery EV punya jangkauan sekitar 240 km berdasarkan standar WLTP, atau sekitar 315 km menurut NEDC.
Basis Lama, Wajah Baru
PT Toyota-Astra Motor memperkenalkan Hilux generasi ke-9 dengan basis platform IMV yang sudah dipakai selama 21 tahun. Meski fondasinya masih sama, ubahan pada model terbaru disebut menyeluruh, mulai dari desain eksterior, kabin, performa diesel, sampai hadirnya varian elektrifikasi.
Tampilan luar Hilux baru mengusung konsep desain “Cyber Sumo” yang membuat wajahnya terlihat lebih modern. Dimensinya tetap proporsional untuk model double cabin, dengan panjang 5.320 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.800 mm, dan wheelbase 3.085 mm.
Di bagian depan, lampu utama proyektor LED dibuat lebih ramping dan dipadukan DRL berbentuk huruf L. Sementara di belakang, lampu LED baru dengan grafis huruf C, emboss tulisan Toyota pada tailgate, spoiler bawaan, dan pijakan kecil di bumper belakang disiapkan untuk memudahkan akses ke bak muatan.
Kabin Dibuat Lebih Nyaman
Masuk ke dalam, kabin Hilux terbaru terasa lebih premium dibanding generasi sebelumnya. Dashboard mengusung desain horizontal agar pengemudi lebih mudah memantau posisi kendaraan saat melewati jalur off-road.
Pada varian V, suasana kabin bahkan disebut mengingatkan pada Toyota Land Cruiser 250. Peningkatan material dan penataan fitur membuat Hilux baru tidak hanya relevan sebagai kendaraan kerja, tetapi juga lebih nyaman dipakai harian.
Hilux Battery EV Pakai Dua Motor
Varian yang paling menonjol adalah Hilux Battery EV, yang di beberapa informasi juga disebut Hilux Travo-e. Model ini memakai dua motor listrik dengan penggerak empat roda atau 4WD.
Motor depan menghasilkan tenaga 112 dk atau 82 kW dengan torsi 205 Nm. Motor belakang menghasilkan 176 dk atau 129 kW dengan torsi 268 Nm, sehingga total tenaganya mencapai 196 dk atau 144 kW.
Sumber energinya berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh. Dengan kapasitas itu, Hilux listrik lebih cocok untuk operasional harian yang rutenya sudah terencana, terutama di kawasan industri, pertambangan, atau armada perusahaan yang membutuhkan pickup bebas emisi.
| Varian | Tenaga/Torsi | Jarak Tempuh | Harga OTR Jakarta |
|---|---|---|---|
| Hilux Battery EV | 196 dk / 144 kW, 205 Nm depan + 268 Nm belakang | 240 km WLTP / 315 km NEDC | Rp1.019.000.000 |
| Hilux S-Cab 2.8 Diesel 4×4 M/T | 201 dk, 420 Nm | – | Rp416.800.000 |
| Hilux D-Cab 2.8 Diesel E 4×4 M/T | 201 dk, 420 Nm | – | Rp466.300.000 |
| Hilux D-Cab 2.8 Diesel G 4×4 M/T | 201 dk, 420 Nm | – | Rp497.900.000 |
| Hilux D-Cab 2.8 Diesel V 4×4 A/T | 201 dk, 500 Nm | – | Rp574.200.000 |
Diesel Masih Jadi Andalan
Toyota tetap menyediakan mesin diesel baru 2.8 liter 4 silinder 1GD-FTV untuk konsumen yang masih membutuhkan daya angkut dan kemampuan kerja berat. Mesin ini menghasilkan tenaga hingga 201 dk, dengan torsi 420 Nm untuk transmisi manual dan 500 Nm untuk transmisi otomatis 6-percepatan.
Untuk kebutuhan towing dan membawa muatan berat, varian diesel masih menjadi pilihan yang paling realistis. Kombinasi tenaga besar dan efisiensi yang sudah dikenal membuatnya tetap relevan di tengah hadirnya opsi listrik.
Di antara seluruh lini baru itu, Hilux Battery EV memang paling mencuri perhatian karena harga dan jangkauannya berada di level yang sangat berbeda dari varian diesel. Dengan banderol Rp1.019.000.000, model ini jelas diarahkan untuk pasar yang lebih spesifik dan kebutuhan operasional yang sudah terukur.
Source: moladin.com






