
Casio membawa G-Shock Mudmaster terbaru ke pasar Amerika Serikat lewat GWG-B1000MG-1A9, dan model ini langsung mencuri perhatian karena tampilannya yang jauh lebih agresif dari jam outdoor biasa. Harga jualnya ditetapkan $900, setelah sebelumnya debut di Jepang bulan lalu.
Yang membuat model ini menonjol bukan hanya statusnya sebagai bagian dari lini Master of G, tetapi juga pendekatan desain Magma Gold yang terasa lebih dramatis. Casio memadukan warna emas mencolok dengan material bio-based, sambil tetap mempertahankan karakter utama Mudmaster sebagai jam tangan tangguh untuk kondisi ekstrem.
Desain yang terinspirasi elemen vulkanik
GWG-B1000MG-1A9 membawa tema visual yang terinspirasi dari elemen vulkanik. Casio menerapkannya melalui bezel logam forged presisi tinggi dengan multi-shade gold ion-plating, lalu menambahkan aksen merah dan oranye pada jarum serta indeks.
Bagian band juga tidak dibuat seperti resin biasa. Casio memakai proses garal color molding, yaitu pencampuran resin dengan warna berbeda untuk menghasilkan pola marmer berlapis yang memberi kesan lebih bertekstur.
Di balik tampilannya yang mencolok, konstruksinya tetap diarahkan untuk penggunaan berat. Casio menggunakan Carbon Core Guard dan resin bio-based pada bagian case untuk menjaga kekuatan tanpa membuat bobot berlebihan.
Hasilnya, jam ini tetap berada di angka 114 gram. Perangkat ini juga mengusung ketahanan terhadap guncangan, getaran, dan lumpur, serta tahan air hingga 200 meter.
Navigasi fisik lewat jarum
Salah satu fitur paling menarik ada pada fungsi Location Indicator. Melalui aplikasi Casio Watches di smartphone iOS atau Android, pengguna dapat memasukkan lokasi tujuan, lalu jarum indikator di posisi pukul 3 akan bergerak secara fisik untuk menunjuk ke arah tersebut.
Pendekatan ini memberi bentuk navigasi yang lebih langsung dibanding sekadar membaca data digital di layar. Casio menempatkannya sebagai alat bantu fisik untuk kondisi lapangan ketika visibilitas bisa terganggu.
Dari sisi sensor, GWG-B1000MG-1A9 juga datang sebagai Mudmaster yang sarat fitur. Casio membekalinya dengan Triple Sensor yang mencakup kompas digital, barometer/altimeter, dan termometer.
Untuk membantu keterbacaan, layar dilindungi kristal safir dengan lapisan anti-reflektif. Kombinasi ini penting untuk penggunaan luar ruang yang membutuhkan visibilitas tinggi sekaligus daya tahan yang kuat.
Terhubung ke ponsel dan tetap presisi
Selain sensor, jam ini juga terhubung ke ponsel lewat Bluetooth. Sinkronisasi dengan smartphone membuka fungsi tambahan seperti penyetelan waktu otomatis dan mission logging.
Di sektor catu daya, Casio tetap mengandalkan Tough Solar. Sistem ini menjadi fondasi agar jam bisa dipakai terus tanpa bergantung pada penggantian baterai konvensional secara rutin.
Untuk akurasi waktu, GWG-B1000MG-1A9 mendukung Multi-Band 6 radio control. Teknologi ini memungkinkan kalibrasi waktu otomatis melalui sinyal radio dari enam pemancar global.
Casio mengklaim baterai isi ulangnya mampu bertahan sekitar enam bulan untuk pemakaian normal tanpa paparan cahaya. Jika dibiarkan dalam kondisi gelap total dengan mode hemat daya aktif, daya bisa bertahan hingga 24 bulan.
Posisi baru di keluarga Master of G
Peluncuran ini menambah jajaran premium dalam keluarga Master of G, lini yang memang dikenal untuk lingkungan ekstrem dan fungsi yang spesifik. Pada model terbaru ini, Casio terlihat mencoba menyeimbangkan daya tahan, desain yang lebih ekspresif, dan penggunaan material yang disebut lebih ramah lingkungan.
Strategi itu membuat GWG-B1000MG-1A9 tidak hanya menonjol karena warna emasnya. Jam ini juga menyasar pengguna yang menginginkan perangkat outdoor dengan sensor lengkap, konektivitas modern, dan identitas visual yang kuat.
Dalam perkembangan lain di lini G-Shock, Casio juga baru memperkenalkan tiga jam tangan GravityMaster GWR-B3000. Kehadiran model-model itu menunjukkan arah Casio yang semakin agresif memperluas segmen jam tangan tangguh dengan fitur tinggi.
Source: www.gizmochina.com




