Pencarian bocah yang tenggelam di Sungai Pemali, Brebes, belum membuahkan hasil setelah tim SAR kembali menyisir titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Kondisi sungai yang dalam dan arus bawah air yang deras membuat proses penyelamatan berjalan sulit sejak awal.
Komandan tim rescue, Syaeful Anwar, menyebut kedalaman sungai mencapai sekitar 6 hingga 7 meter. Jarak pandang bawah air yang terbatas juga membuat tim harus bergerak sangat hati-hati saat melakukan pencarian di area tersebut.
Fokus pencarian diarahkan ke titik terakhir korban terlihat
Pada hari kedua pencarian, tim mengerahkan metode selam, body rafting, dan LCR untuk menjangkau lokasi yang dicurigai. Informasi dari keluarga dan warga mengarah pada kemungkinan korban masih berada di dasar air atau tersangkut di sana.
Situasi itu membuat tim memilih memusatkan upaya di area yang paling berisiko. Hingga saat ini, pencarian terus diperluas sambil mengandalkan teknik yang dinilai paling memungkinkan untuk menembus kondisi sungai.
Korban sempat berenang bersama teman-temannya
Korban diketahui bernama Muhamad Rido Hafis, 12 tahun, warga Kesambi, Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Tegal. Peristiwa itu terjadi saat ia berenang di Sungai Pemali bersama teman-temannya.
Saat berenang, korban terpisah dan terbawa arus ke bagian sungai yang lebih dalam. Setelah itu, ia tenggelam dan pencarian awal dilakukan oleh keluarga serta warga sekitar.
Bantuan SAR diminta setelah pencarian mandiri tidak berhasil
Karena pencarian mandiri belum menemukan hasil, perangkat desa kemudian menghubungi USS Brebes untuk meminta bantuan. Sejak itu, tim SAR melanjutkan pencarian dengan memusatkan perhatian pada lokasi yang dianggap paling mungkin menjadi titik keberadaan korban.
Arus bawah air yang kuat dan kedalaman sungai membuat setiap pergerakan di lokasi harus dilakukan tanpa tergesa. Tim tetap berharap korban bisa segera ditemukan meski medan pencarian masih menyulitkan.
Source: www.rmoljawatengah.id






