PLN, BRI, dan Polytron Satukan Langkah, Ekosistem Kendaraan Listrik di Jatim Makin Kuat

Ekosistem kendaraan listrik di Jawa Timur mendapat dorongan baru ketika PLN Group Jawa Timur menggandeng BRI dan Polytron. Kolaborasi ini tidak hanya menambah pilihan kendaraan, tetapi juga merangkai pembiayaan, perlindungan, dan dukungan operasional dalam satu arah yang sama.

Langkah tersebut diposisikan sebagai bagian dari percepatan transisi energi bersih menuju target Net Zero Emissions 2060. Di saat adopsi kendaraan listrik masih butuh dorongan nyata, model terintegrasi seperti ini dinilai bisa membuat masyarakat dan pelaku usaha lebih mudah masuk ke transportasi rendah emisi.

PLN dorong perubahan ke Electrifying Lifestyle

General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari program strategis Coreboost 2.0. Program itu diarahkan untuk mempercepat transformasi penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Ahmad juga menekankan bahwa manfaat program ini diharapkan tidak berhenti pada kendaraan listrik semata. Ia ingin tumbuh budaya Electrifying Lifestyle di masyarakat Jawa Timur secara lebih luas dan berkelanjutan.

BRI dan Polytron isi sisi pembiayaan serta produk

Dari sisi pembiayaan, BRI melihat kemudahan akses kredit sebagai faktor penting agar kendaraan listrik bisa menjangkau lebih banyak pengguna. Regional Consumer Business Head BRI Regional Office Surabaya, Tri Prasetyo Hadi Nugroho, berharap dukungan pembiayaan yang mudah dan terjangkau dapat mendorong lebih banyak masyarakat bermigrasi ke kendaraan listrik.

Polytron juga menyatakan dukungannya pada percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai. Head of Group Product EV2W PT Hartono Istana Teknologi, Ilman Fachrian Fadly, menegaskan bahwa pengurangan emisi karbon harus dimulai sekarang melalui langkah konkret di lapangan.

Sinergi lintas sektor jadi fondasi ekonomi hijau

PLN Group Jawa Timur menilai kerja sama dengan perbankan, manufaktur, dan layanan pendukung sebagai fondasi penting bagi ekosistem yang lebih kuat. Sinergi itu dianggap perlu agar percepatan adopsi kendaraan listrik tidak berjalan sendiri-sendiri dan tetap terhubung dengan kebutuhan pengguna.

Direktur Utama PLN Electricity Services, Susiana Mutia, menegaskan bahwa perusahaan terus mendukung langkah PLN dalam mempercepat transisi energi bersih. Ia juga menilai peran PLN bukan hanya pada aspek operasional, tetapi juga pada transformasi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

PLN ikut alihkan armada operasional ke kendaraan listrik

Selain membangun pasar yang lebih luas, PLN juga mulai menggeser penggunaan kendaraan listrik dalam operasional internal. Langkah ini disebut sebagai penerapan energi bersih yang nyata sekaligus upaya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan layanan kepada pelanggan.

Total kendaraan operasional petugas pencatat meter yang akan beralih ke kendaraan listrik mencapai 3.335 unit. Kendaraan itu akan didistribusikan secara bertahap sebagai bagian dari penguatan transformasi internal PLN Group Jawa Timur.

Source: duta.co

Terkait