
Tesla kembali mengubah nama fitur Full Self-Driving atau FSD di China, dan langkah itu langsung memunculkan sinyal bahwa peluncuran resminya makin dekat. Di situs resmi Tesla China, FSD kini tampil sebagai “Tesla Assisted Driving” atau “特斯拉辅助驾驶”, sementara harga paketnya tetap 64.000 yuan.
Perubahan nama ini tidak berdiri sendiri. Tesla juga mengumumkan di X bahwa FSD Supervised kini tersedia di sejumlah pasar, termasuk China, sehingga untuk pertama kalinya perusahaan secara resmi mengonfirmasi masuknya fitur smart driving canggih itu ke pasar otomotif terbesar di dunia.
Sinyal peluncuran yang makin jelas
Di halaman Tesla China, fitur tersebut disebut mencakup seluruh fungsi dari paket basic dan enhanced assisted driving. Tesla juga menuliskan bahwa fungsi lengkap Tesla Assisted Driving akan “available later”.
Deskripsi di situs itu menyebut, “In the future, vehicles will be able to complete most driving tasks with minimal driver intervention.” Kalimat tersebut menunjukkan arah pengembangan sistemnya, meski rincian peluncuran penuh belum dibuka.
Langkah ini juga menarik karena Tesla sudah pernah melakukan perubahan serupa di China. Pada Maret tahun lalu, situs Tesla China mengganti “FSD Intelligent Assisted Driving” menjadi “Intelligent Assisted Driving” dan menghapus huruf “FSD” dari nama produk.
China jadi panggung penting
Pembaruan nama kali ini hadir pada momen yang sensitif bagi Tesla. Setelah pengumuman di X, pasar masih menunggu bagaimana Tesla akan melokalkan sistem itu untuk kondisi jalan di China yang dikenal kompleks.
Tantangan itu penting karena kompetisinya sangat ketat. Di China, Tesla harus bersaing dengan pemain lokal seperti Xiaomi dan Huawei, yang sudah menjadikan smart driving urban yang kompleks sebagai fitur standar di kendaraan mereka.
Tesla juga disebut baru-baru ini memasang beberapa lowongan kerja mendesak yang berkaitan dengan pengujian smart driving di China. Langkah itu memperkuat dugaan bahwa proses persiapan menuju implementasi resmi masih terus berjalan.
Tekanan bisnis ikut membesar
Di China, Tesla selama ini membiarkan pemilik mobil membeli software dengan pembayaran satu kali. Di pasar luar negeri, model itu sudah dihentikan dan Tesla hanya mendukung skema berlangganan.
Peluncuran resmi teknologi bantuan mengemudi ini dianggap penting bagi fase pertumbuhan Tesla berikutnya di China. Tekanan bisnis di negara tersebut juga belum ringan, karena penjualan ritel Tesla di China turun 15,05% secara tahunan selama Januari hingga April tahun ini.
Momentum pengumuman itu semakin menyita perhatian karena muncul setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China pekan lalu. Dalam kunjungan tingkat tinggi tersebut, CEO Tesla Elon Musk ikut mendampingi sebagai perwakilan bisnis.
Meski Tesla sudah menyebut FSD Supervised tersedia di China, detail resmi soal jadwal, penyesuaian teknis, dan ruang lingkup implementasinya masih ditunggu. Namun, perubahan nama di situs resmi dan pengakuan terbuka soal ketersediaan fitur ini membuat fase peluncuran besar Tesla di China terlihat makin dekat.
Source: cnevpost.com




