Tenis Naik Daun, Retail Olahraga Kini Bertaruh Pada Komunitas Dan Pengalaman Langsung

Author: Cung Media

Tenis kini tidak lagi dipandang semata sebagai olahraga kompetitif. Di kota-kota besar, olahraga ini makin menyatu dengan gaya hidup urban yang menekankan komunitas, wellness, networking, dan ekspresi diri.

Perubahan itu ikut mendorong pelaku retail olahraga di Indonesia untuk mengubah cara mereka berjualan. Toko perlengkapan kini tidak cukup hanya memajang produk, tetapi juga harus memberi ruang bagi konsumen untuk mencoba, merasakan, dan memahami gear yang akan mereka beli.

Retail olahraga bergeser ke pengalaman langsung

Metro Tennis Terminal menjadi salah satu pelaku yang menangkap perubahan itu lewat gelaran “Serve & Social” di HQ Padel & Tennis, Pesanggrahan, Jakarta. Sebagai exclusive tennis retailer untuk On Indonesia, Metro menggabungkan coaching session, demo racket, performance testing, dan community gathering dalam satu format acara.

Managing Director Metro Tennis Terminal, Dhananjay Kuckreja, menilai konsumen saat ini membutuhkan pengalaman yang lebih personal sebelum membeli perlengkapan olahraga. Ia menegaskan bahwa pengalaman retail tidak lagi berhenti pada transaksi, karena pemain ingin mencoba produk, memahami setup yang cocok, dan merasakan langsung performa gear di lapangan.

Perubahan perilaku itu membuat demo racket, layanan stringing, dan konsultasi produk menjadi bagian penting dari strategi retail. Pendekatan tersebut dipakai Metro untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan sekaligus memberi alasan yang lebih relevan bagi konsumen untuk datang ke toko.

Tenis makin dekat dengan gaya hidup urban

Popularitas tenis di kalangan urban muda ikut mengubah citra olahraga ini. Tenis kini tidak hanya dilihat sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai sarana interaksi sosial dan bentuk personal expression yang selaras dengan budaya kota.

Chief Marketing Officer Metro Tennis Terminal, Michael Luhukay, mengatakan tenis sedang memasuki fase yang menarik karena menyatu dengan lifestyle, networking, wellness, dan personal expression. Ia melihat pergeseran itu membuka peluang bagi retail untuk menggabungkan produk, komunitas, konten, dan pengalaman offline premium dalam satu ekosistem.

Michael juga menekankan bahwa kekuatan merek kini tidak hanya ditentukan oleh produknya. Menurut dia, brand akan tumbuh lebih kuat dan organik jika mampu membuat orang merasa lebih terhubung dengan sport, gear, dan komunitasnya.

Komunitas menjadi mesin pertumbuhan baru

Format acara “Serve & Social” menunjukkan bagaimana komunitas mulai memainkan peran penting dalam bisnis olahraga. Kegiatan itu menghadirkan sejumlah figur dari dunia olahraga, kreatif, entertainment, dan lifestyle Jakarta, termasuk Dion Wiyoko, Aero Aswar, Aqsa Aswar, dan Boy Pablo.

Peserta juga mendapat kesempatan mencoba sepatu tenis The Roger Pro 3 dari On melalui sesi movement training, coaching, dan fun games. Metro turut memperkenalkan demo racket terbaru seperti Yonex MUSE, Yonex VCORE 2026, dan Babolat Pure Aero 2026 yang sudah dipasangi string dari ReString.

Format seperti ini memperlihatkan bahwa retail bisa berubah menjadi ruang interaksi, bukan sekadar tempat transaksi. Bagi pelaku bisnis, komunitas yang aktif dapat membantu membangun loyalitas konsumen dan memperluas jangkauan pasar secara organik.

Pasar racket sports dinilai punya peluang besar

Kehadiran On melalui kolaborasi dengan Metro juga menjadi sinyal bahwa pasar tenis lokal dipandang menarik oleh brand global. Pertumbuhan minat terhadap tenis dan menguatnya unsur gaya hidup membuat kategori racket sports di Indonesia dinilai punya peluang yang menjanjikan.

Metro Tennis Terminal sendiri berdiri sejak 1977 dan dikenal sebagai salah satu retailer perlengkapan racket sports di Indonesia. Toko ini menyediakan produk untuk tenis, padel, dan pickleball, termasuk racket, footwear, apparel, layanan stringing, dan konsultasi produk.

Di sisi lain, On dikenal sebagai brand performa asal Swiss yang menonjol lewat inovasi footwear dan apparel performance. Untuk kategori tenis, brand ini menghadirkan lini seperti The Roger Pro 3 dengan penekanan pada movement, comfort, dan desain modern yang selaras dengan kebutuhan pemain masa kini.

Dengan arah bisnis yang makin berpusat pada pengalaman, retail olahraga kini dituntut hadir lebih dekat dengan cara hidup konsumennya. Tenis menjadi contoh paling jelas bahwa pertumbuhan pasar tidak lagi hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada komunitas yang membuat olahraga itu terasa relevan setiap hari.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru