Telkom Pangkas Belasan Anak Usaha, Grup Disiapkan Jadi 19 Entitas Tanpa PHK

Author: Cung Media

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersiap memangkas struktur grupnya secara besar-besaran dengan melikuidasi belasan anak usaha. Langkah ini disiapkan bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara sebagai bagian dari penataan ulang bisnis yang lebih luas.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyebut tahap awal likuidasi berada di kisaran 12 hingga 14 anak perusahaan. Ia menyampaikan hal itu usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Konsolidasi tanpa pemutusan hubungan kerja

Dony menegaskan bahwa penutupan sejumlah entitas tidak otomatis berujung pada pemutusan hubungan kerja. Skema yang disiapkan adalah konsolidasi bisnis, sehingga karyawan dari anak usaha yang dilikuidasi dapat dialihkan ke unit lain yang punya bidang usaha serupa.

Salah satu sektor yang akan dikonsolidasikan adalah fiber optic. Dengan penggabungan ke dalam wadah yang lebih besar, ukuran bisnis diharapkan lebih kuat dan penyerapan tenaga kerja dari entitas yang dilebur tetap terbuka.

Arah besar: susut dari 67 jadi 19 entitas

Perampingan ini bukan langkah berdiri sendiri. BP BUMN dan Danantara sudah menyepakati target jangka panjang agar jumlah anak usaha Telkom turun dari 67 entitas menjadi 19 pada akhir 2026.

Penataan itu diarahkan agar Telkom makin fokus sebagai strategic holding digital nasional. Fokus pengembangan ke depan mencakup konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan data center, optimalisasi TowerCo dan InfraCo, serta penataan lisensi grup agar lebih kompetitif secara global.

Diperkuat keputusan RUPST

Di saat yang sama, Telkom baru menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan hasil rapat mencerminkan komitmen perseroan untuk menjaga nilai tambah bagi pemegang saham di tengah perubahan industri digital.

RUPST menyetujui pergantian dua anggota dewan komisaris untuk memperkuat pengawasan atas transformasi yang sedang berjalan. Rapat itu juga menetapkan pembagian dividen tunai Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025 dan program buyback saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun.

Efisiensi struktur untuk bisnis inti

Perampingan anak usaha dipandang sebagai salah satu cara untuk membuat struktur grup lebih efisien dan mudah diarahkan ke bisnis inti. Dengan konsolidasi yang lebih terfokus, Telkom diharapkan bisa bergerak lebih lincah sebagai motor penggerak ekonomi digital.

Langkah ini juga terkait dengan upaya menjaga daya saing di pasar internasional. Penyederhanaan jumlah entitas diharapkan memudahkan pengelolaan grup sekaligus memperjelas arah transformasi perusahaan dalam bisnis digital nasional.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru