PT TASPEN (Persero) meresmikan gedung Kantor Cabang Mamuju sebagai kantor cabang pertama yang mengusung konsep Environmental, Social, and Governance atau ESG. Kehadiran gedung ini menjadi penanda arah baru layanan TASPEN di Sulawesi Barat, dengan fokus pada keberlanjutan, efisiensi, dan kenyamanan peserta.
Fasilitas baru ini tidak hanya ditujukan untuk menunjang layanan administrasi, tetapi juga untuk memberi contoh bagaimana pelayanan publik bisa dirancang dengan perhatian lebih besar terhadap lingkungan. Di wilayah yang pernah menghadapi pandemi COVID-19 dan gempa bumi, kantor ini juga membawa makna pemulihan bagi peserta aktif maupun pensiunan.
Desain ramah lingkungan dan efisien
Salah satu fitur yang paling menonjol dari gedung ini adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL. Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengapresiasi keberadaan fasilitas tersebut karena limbah yang dibuang tidak merusak lingkungan dan bisa menjadi contoh pengelolaan yang bertanggung jawab.
Selain itu, gedung Kantor Cabang Mamuju juga memanfaatkan pencahayaan alami untuk mendukung efisiensi energi. Pendekatan ini sejalan dengan konsep bangunan yang lebih hemat operasional sekaligus mendukung aktivitas layanan sehari-hari.
Layanan yang lebih mudah diakses peserta
TASPEN juga memasukkan aspek aksesibilitas ke dalam rancangan gedung baru ini. Fasilitas ramah bagi penyandang disabilitas disediakan agar layanan bisa dinikmati dengan lebih nyaman oleh semua peserta tanpa terkecuali.
Di sisi lain, teknologi akses biometrik berbasis pengenalan wajah turut diterapkan untuk memperkuat transformasi layanan. Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari upaya TASPEN menghadirkan layanan yang lebih modern dan sesuai kebutuhan peserta.
Direktur Utama PT TASPEN (Persero) Rony Hanityo Aprianto menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk melayani peserta dengan lebih baik ke depan. Ia juga menyebut TASPEN hadir untuk melayani pensiunan dan peserta di lima wilayah kabupaten di Sulawesi Barat.
Simbol penguatan layanan di Sulawesi Barat
Peresmian gedung baru ini memiliki arti penting bagi keberlanjutan layanan TASPEN di Mamuju. Wilayah tersebut sempat dilanda tantangan besar akibat pandemi dan gempa bumi, sehingga keberadaan kantor baru menjadi simbol ketangguhan sekaligus penguatan layanan publik di daerah.
Langkah ini juga relevan dengan besarnya jumlah peserta di provinsi itu. TASPEN menyebut kantor cabang tersebut akan mendukung kenyamanan dan kualitas layanan bagi 31.991 peserta aktif serta 16.082 peserta pensiun di Sulawesi Barat.
Diresmikan bersama unsur pemerintah daerah
Acara peresmian dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Direktur Utama PT TASPEN (Persero) Rony Hanityo Aprianto, jajaran direksi TASPEN, pejabat Pemerintah Kabupaten Mamuju, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Mamuju. Hadir pula pimpinan instansi vertikal pemerintah pusat, kepala OPD se-Sulawesi Barat, pimpinan BUMN di Sulawesi Barat, dan Direksi TASPEN Group.
Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan bahwa gedung baru ini mendapat perhatian luas sebagai bagian dari penguatan layanan publik di daerah. TASPEN menempatkan fasilitas tersebut sebagai titik penting dalam memperkuat perannya sebagai Center of Excellence dalam pengelolaan jaminan sosial ASN dan Pejabat Negara.
Sejalan dengan arah transformasi perusahaan, TASPEN juga menegaskan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola yang baik, serta pembangunan yang inklusif dan ramah lingkungan di Sulawesi Barat.
