Target 80 Ribu Koperasi Merah Putih Tak Lagi Dipatok, Lahan Kota Bikin Pemerintah Ubah Strategi

Pemerintah mulai mengubah strategi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih karena hambatan lahan di kota-kota besar makin terasa. Target 80 ribu unit tidak lagi dikejar sekaligus, setelah syarat tanah sekitar 1.000 meter persegi dinilai sulit dipenuhi di wilayah padat.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kondisi itu sudah dilaporkan kepada Presiden. Pemerintah kini memilih pendekatan bertahap agar koperasi yang dibangun benar-benar bisa berfungsi, bukan hanya mengejar jumlah bangunan.

Fokus awal bergeser ke 40 ribu titik

Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Ferry menjelaskan pemerintah saat ini memusatkan perhatian pada sekitar 40 ribu titik terlebih dahulu. Arah ini menunjukkan program akan disesuaikan dengan kesiapan lapangan, terutama di daerah yang lebih mudah disiapkan lahannya.

Ferry menegaskan pemerintah tidak ingin membangun unit koperasi hanya untuk memenuhi angka target. Prioritasnya tetap pada koperasi yang bisa melayani masyarakat dan berjalan berkelanjutan.

Ukuran lahan jadi ganjalan utama

Masalah paling besar muncul di kawasan perkotaan karena ketersediaan tanah sering tidak sesuai ukuran yang dibutuhkan. Ferry menilai ketentuan luas sekitar 1.000 meter persegi sulit diterapkan secara seragam di semua daerah.

Di wilayah yang padat bangunan, pemerintah sedang mengkaji penyesuaian desain pembangunan KDMP. Salah satu opsi yang dibahas adalah melonggarkan ukuran lahan agar pembangunan tetap mungkin dilakukan.

Bangunan vertikal ikut masuk pembahasan

Selain menyesuaikan luas tanah, pemerintah juga mempertimbangkan bangunan vertikal sebagai solusi di kota-kota. Skema ini dinilai bisa membuat koperasi berdiri di lahan yang lebih kecil tanpa menghilangkan fungsi operasional utamanya.

Penyesuaian serupa juga dipertimbangkan untuk desa atau kelurahan dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit. Pemerintah ingin model pembangunan KDMP lebih fleksibel sesuai karakter wilayah masing-masing.

Operasional koperasi tetap dikebut

Di tengah penyesuaian desain pembangunan, pemerintah tetap mempercepat operasionalisasi Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Sebelumnya, operasional 1.061 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah diluncurkan sebagai tahap awal implementasi.

Pemerintah juga menyiapkan peresmian operasional koperasi secara bertahap dengan target hingga 40 ribu unit bisa berjalan pada akhir 2026. Data yang disampaikan menunjukkan 83 ribu koperasi sudah berbadan hukum, 12.533 unit telah menyelesaikan pembangunan fisik, dan 22.737 unit masih dalam proses pembangunan.

Kualitas lebih diutamakan daripada angka

Ferry menekankan bahwa kualitas koperasi yang dibentuk tetap menjadi pertimbangan utama. Pendekatan bertahap dinilai lebih realistis di tengah perbedaan kondisi lahan antara kota dan desa.

Dengan penyesuaian itu, arah kebijakan KDMP kini bergerak ke model pembangunan yang lebih adaptif. Pemerintah masih mencari formula agar target besar program tetap tercapai, tetapi tetap sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Source: www.suara.com

Terkait