4 Tanda di Telapak Kaki Anjing yang Bisa Menjadi Sinyal Masalah Kesehatan

Author: Cung Media

Telapak kaki anjing dapat memberi petunjuk awal saat hewan peliharaan mengalami ketidaknyamanan. Bantalan kaki, kuku, kulit di sela jari, bau, hingga suhu area tersebut dapat berubah ketika ada gangguan lokal atau masalah lain pada tubuhnya.

Bagian kaki ini setiap hari bersentuhan dengan permukaan panas, kotoran, serta bahan yang dapat memicu iritasi. Pemeriksaan singkat secara berkala membantu pemilik mengenali perubahan sebelum keluhan berkembang menjadi lebih berat.

Telapak kaki yang sehat umumnya terasa elastis dan halus, tanpa luka atau pembengkakan. Warnanya bisa hitam, merah muda, cokelat, atau campuran, sesuai pigmentasi alami masing-masing anjing.

Dokter hewan Tom Vega dari Concierge Companions Vet Med menjelaskan bantalan kaki semestinya cukup tebal untuk melindungi anjing saat berjalan. Namun, bantalan itu tidak seharusnya terlihat membesar atau bengkak.

Perubahan yang Perlu Diperhatikan

Tanda Perubahan yang Terlihat Kemungkinan Petunjuk
Kuku Aus tidak merata, terlalu pendek, pecah, atau tergores Perubahan langkah, nyeri, kelemahan, radang sendi, atau gangguan neurologis
Kulit dan bulu Merah, lembap, rontok, menggumpal, berminyak, atau berkoreng Alergi, iritasi, infeksi jamur, atau infeksi bakteri
Bau Bau apek dari sela jari Peradangan pada lapisan kulit
Suhu Lebih panas atau lebih dingin dari biasanya Peradangan, infeksi, paparan panas, alergi, atau gangguan sirkulasi

1. Kuku Aus Tidak Merata atau Mudah Rusak

Kuku anjing yang sehat biasanya kuat, halus, dan tumbuh relatif merata pada seluruh cakar. Warna kuku dapat bening, putih, cokelat, maupun hitam karena dipengaruhi pigmentasi alaminya.

Kuku yang rapuh, pecah, mengelupas, atau berlekuk patut diperhatikan sebagai perubahan fisik. Kuku yang terlalu panjang hingga berbunyi saat menyentuh lantai keras juga perlu dipangkas dengan tepat.

Dokter hewan Kathryn Dench dari Paw Origins menyebut keausan kuku yang berbeda jauh dapat menjadi petunjuk penting. Satu kuku yang jauh lebih pendek atau tampak tergores bisa menandakan anjing menyeret kaki atau mengubah cara berjalannya.

Perubahan langkah tersebut dapat berkaitan dengan rasa sakit, kelemahan, radang sendi, maupun masalah neurologis. Cakar tambahan atau dewclaw juga dapat tumbuh lebih cepat karena tidak menyentuh tanah ketika anjing berjalan.

2. Kulit Merah dan Bulu Berubah di Sela Jari

Pemeriksaan tidak cukup dilakukan pada bantalan telapak kaki anjing saja. Area sela jari, kulit, dan bulu yang mengelilinginya juga perlu diamati karena perubahan sering muncul pada bagian tersebut.

Kemerahan, kelembapan berlebih, bulu menggumpal, kerontokan, kulit berminyak, atau koreng menjadi tanda yang layak diperiksa. Bercak merah dapat lebih mudah terlihat pada anjing dengan bulu berwarna terang.

Dench menjelaskan kemerahan kerap muncul saat anjing sering menjilat atau mengunyah kakinya. Kebiasaan berulang itu dapat mengarah pada alergi, iritasi, infeksi jamur, atau infeksi bakteri.

Menjilat kaki sekali-dua kali tidak selalu menunjukkan masalah tertentu. Pemilik perlu memberi perhatian lebih bila perilaku itu berulang dan muncul bersamaan dengan perubahan kulit atau bulu pada lokasi yang sama.

3. Bau Apek dari Area Kaki

Bau kaki anjing juga dapat menjadi sinyal yang tidak sebaiknya diabaikan. Bau apek dari sela-sela jari dapat mengarah pada peradangan pada lapisan kulit.

Perubahan bau perlu dinilai bersama keadaan kulit di sekitarnya. Area yang berbau, lembap, kemerahan, dan sering dijilat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

4. Suhu Bantalan Kaki Berbeda dari Biasanya

Bantalan kaki yang terasa lebih hangat dapat berkaitan dengan peradangan, infeksi, reaksi alergi, atau paparan permukaan panas. Perbedaan suhu sebaiknya tidak dilihat sebagai satu-satunya penanda, melainkan bersama kondisi anjing secara keseluruhan.

Sebaliknya, Vega menyatakan bantalan kaki yang terasa dingin kadang mencerminkan penurunan sirkulasi atau masalah kesehatan lain yang mendasarinya. Perubahan ini semakin penting diperhatikan bila anjing tampak lemas atau menunjukkan gangguan saat berjalan.

CNN Indonesia mencatat telapak kaki sering menjadi salah satu titik pemeriksaan awal oleh dokter hewan. Perubahan pada area ini dapat berkaitan dengan gangguan di kaki maupun rasa sakit pada bagian tubuh lain.

Anjing yang mulai pincang, meraung ketika kakinya diangkat, atau mendadak enggan berjalan perlu segera dibawa ke dokter hewan. Penanganan cepat penting terutama bila perubahan telapak kaki disertai luka, pembengkakan, atau tanda nyeri yang jelas.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru