Tujuh hari setelah Temon meninggal dunia, istrinya, Mae, masih berusaha menjalani hari-hari dalam suasana duka. Lagu-lagu kenangan dan sisi ranjang yang biasa ditempati sang suami menjadi cara sederhana bagi Mae untuk merasa tetap dekat.
Mae memilih mempertahankan sejumlah kebiasaan yang mengingatkannya pada perjalanan panjang bersama Temon. Kenangan itu kembali terasa kuat setelah komedian senior tersebut berpulang pada usia 59 tahun.
Lagu Lama yang Menjadi Pelipur Lara
Di kediamannya di Mampang, Jakarta Selatan, Mae mengungkapkan bahwa ia kerap menyanyikan lagu-lagu yang pernah diberikan Temon pada awal hubungan mereka. Lagu-lagu tersebut membawanya kembali ke masa ketika keduanya mulai menjalin hubungan pada 1998.
Pada periode itu, Temon yang memiliki nama lengkap Simson Rarameha Ngadang masih bekerja sebagai penyiar radio. Bagi Mae, lagu-lagu tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan pengingat perjalanan hidup yang telah mereka lalui bersama.
“Mengobati rindu, saya nyanyiin lagu-lagu dia, lagu-lagu kenangan kita,” ujar Mae saat ditemui di rumahnya pada Sabtu (18/7/2026). Ucapan itu menggambarkan bagaimana ia menjaga memori tentang Temon di tengah masa berkabung.
Menempati Sisi Ranjang Temon
Selain mendengarkan dan menyanyikan lagu kenangan, Mae juga belum mengubah suasana kamar tidur yang biasa ia tempati bersama Temon. Ia kini memilih tidur di sisi ranjang yang sebelumnya digunakan oleh almarhum.
Mae juga masih menggunakan bantal yang terakhir dipakai Temon. Benda sederhana itu menjadi salah satu peninggalan yang dipertahankannya saat rasa kehilangan masih sangat terasa.
“Saya tidur di bantal yang dia tidurin sebelumnya sekarang. Jadi di bagian dia, biasanya kan saya di sebelah sini, jadi saya di pinggir yang di bagian dia tidur,” kata Mae.
Keputusan Mae mempertahankan sisi ranjang dan bantal tersebut menunjukkan kedekatannya dengan kenangan rumah tangga yang telah dibangun sejak akhir 1990-an. Di tengah duka, kebiasaan kecil itu menjadi bagian dari prosesnya merawat rindu kepada Temon.
Temon Meninggal karena Serangan Jantung
Menurut detikHot, Temon mengembuskan napas terakhir pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 08.42 WIB. Ia meninggal dunia akibat serangan jantung setelah sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengeluhkan nyeri dada.
Jenazah Temon kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Kepergiannya meninggalkan duka bagi Mae, keluarga, serta sahabat dan orang-orang terdekat sang komedian.
Bagi Mae, lagu pemberian Temon, bantal, dan sisi ranjang sang suami kini memiliki arti yang jauh lebih dalam. Semua itu menjadi pengingat akan hubungan mereka yang dimulai ketika Temon masih berkarier sebagai penyiar radio.
