Lagu “Tabola Bale” kini melangkah ke sorotan Asia setelah masuk nominasi lagu terbaik di Music Japan Awards 2026. Pencapaian itu membuat karya bernuansa NTT ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia di daftar nominasi tersebut.
Keberhasilan itu terasa menonjol karena lagu ini berangkat dari musik daerah, lalu berkembang lewat media sosial dan panggung nasional. Dari TikTok hingga perayaan HUT ke-80 RI di Istana Negara pada 2025, “Tabola Bale” terus memperluas jangkauan pendengarnya.
Wakil tunggal Indonesia di kategori Asia
Di kategori tersebut, “Tabola Bale” harus bersaing dengan sejumlah lagu dari negara lain di Asia. Dari Filipina ada “Multo”, sementara Korea Selatan diwakili “Dash”, “Drowning”, dan “Golden”.
Masuknya lagu asal Nusa Tenggara Timur ini menunjukkan bahwa karya daerah juga punya ruang di ajang yang lebih luas. Kehadiran “Tabola Bale” sekaligus memperlihatkan daya tarik musik dengan identitas lokal yang kuat.
Berakar dari NTT dan dibawakan Silet Open Up
“Tabola Bale” berasal dari Nusa Tenggara Timur dan diciptakan oleh penyanyi asal Flores, Siprianus Bhuka, yang dikenal sebagai Silet Open Up. Lagu ini membawa warna pop remix khas NTT yang ringan dan mudah diterima lintas daerah.
Judulnya menggambarkan perasaan gelisah atau keadaan “bolak-balik”. Nuansa itu hadir lewat lirik yang menyoroti kegugupan dan rasa tertarik pada seseorang, dengan gaya bahasa lokal sebagai ciri utama.
Viral sebelum menembus ajang internasional
Popularitas “Tabola Bale” terdorong kuat oleh penyebarannya di TikTok. Setelah itu, lagu ini semakin dikenal saat dibawakan dalam acara kenegaraan di Istana Negara, yang membuat namanya meluas di luar lingkaran pendengar musik daerah.
Beat yang enerjik dan lirik berbahasa daerah membuat lagu ini menonjol di tengah banyak lagu populer lain. Karakter itu tampaknya ikut membantu “Tabola Bale” menembus nominasi di ajang internasional.
Bahasa daerah yang jadi kekuatan
Lirik “Tabola Bale” memadukan bahasa daerah dengan ungkapan yang dekat dengan keseharian. Potongan seperti “Kaka tabola-bale lia Ade Nona e” dan “Su makin manyala e, kaka hati susah e” memperlihatkan gaya bertutur yang khas dan mudah dikenali.
Bagi banyak pendengar, daya tarik lagu ini bukan hanya pada ritme, tetapi juga pada identitas budaya yang dibawanya. Dari viral di media sosial hingga masuk nominasi Music Japan Awards 2026, “Tabola Bale” kini menjadi salah satu contoh bagaimana musik daerah Indonesia bisa menembus panggung Asia.
