Minuman manis yang terasa menyegarkan dapat menyimpan asupan gula lebih besar daripada yang terlihat dari ukuran gelasnya. Kebiasaan mengonsumsinya secara rutin dalam porsi besar perlu diperhatikan karena fruktosa berlebih berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat.
Di dalam tubuh, fruktosa dapat memicu pelepasan purin yang kemudian diolah menjadi asam urat. Bila produksinya terlalu banyak atau pembuangannya oleh ginjal tidak optimal, zat ini dapat menumpuk dan membentuk kristal pada persendian.
Kristal tersebut dapat memicu nyeri serta peradangan sendi pada gangguan asam urat. Karena itu, perhatian tidak hanya perlu tertuju pada rasa manis, tetapi juga jumlah gula tambahan dan sumber fruktosa dalam minuman harian.
| Minuman | Takaran yang Disebutkan | Catatan Gula |
|---|---|---|
| Soda | 390 ml | Sekitar 18 gram gula |
| Jus buah | Tidak disebutkan | Gula alami terkonsentrasi, serat lebih sedikit |
| Kopi manis | Tergantung racikan | Sekitar 12–60 gram gula |
| Teh manis | 350 ml | Sekitar 27–35 gram gula tambahan |
1. Minuman Soda
Soda kerap menjadi pilihan saat cuaca panas karena dingin dan berkarbonasi. Namun, minuman ini dapat mengandung gula, karbohidrat, serta natrium yang perlu dihitung dalam pola konsumsi sehari-hari.
Untuk ukuran 390 ml, soda disebut mengandung sekitar 18 gram gula, 18 gram karbohidrat total, dan 60 mg natrium. Banyak produk juga menggunakan sirup jagung tinggi fruktosa atau high-fructose corn syrup sebagai pemanis.
Pemanis tersebut dibuat dengan mengubah pati jagung menjadi glukosa, lalu fruktosa dalam bentuk yang lebih pekat. Laporan jurnal Nutrients pada 2018 mengaitkan konsumsi minuman berpemanis jenis ini dengan peningkatan risiko asam urat pada orang dewasa.
2. Jus Buah, Terutama yang Kemasan
Jus buah sering dipandang lebih sehat daripada soda, tetapi kandungan gulanya tetap perlu diperhatikan. Proses pembuatan jus dapat membuat gula alami lebih terkonsentrasi, sementara seratnya jauh berkurang dibandingkan buah utuh.
Risiko asupan gula meningkat ketika jus diminum dalam jumlah banyak, baik racikan sendiri maupun produk kemasan. Sejumlah produk kemasan juga dapat memakai tambahan sirup jagung tinggi fruktosa dan hanya mengandung sedikit sari buah asli.
Seorang profesor pediatri, nutrisi, dan kimia dari Dell Medical School, University of Texas, Austin, mengatakan kepada CNN bahwa pembuatan jus menghasilkan konsentrasi gula alami yang tinggi. Proses itu juga dapat mengurangi serat dan sebagian nutrisi, sehingga keterangan “jus 100%” serta tabel nilai gizi penting diperiksa sebelum menentukan porsi.
3. Kopi dengan Gula, Susu, atau Krim Berlebihan
Kopi tanpa tambahan gula berlebih tidak selalu menjadi masalah dalam pola makan terkait asam urat. Kopi disebut mengandung polifenol dan asam klorogenik yang dapat menekan proses pemecahan purin menjadi asam urat.
Situasinya berubah ketika kopi diracik dengan sirup rasa, krimer, susu, dan berbagai topping manis. Bergantung pada racikan serta jumlah bahan tambahan, satu minuman kopi manis dapat mengandung sekitar 12 hingga 60 gram gula.
Ahli diet Roxana Ehsani, MS, RD, CSSD, LDN, kepada Eat This Not That menjelaskan bahwa kopi manis biasanya memakai sirup rasa dan perasa tinggi gula. Krim kocok, karamel, serta cokelat juga dapat membuat asupan gula meningkat tanpa terasa dari ukuran gelasnya.
4. Teh Manis
Teh manis termasuk minuman yang mudah dikonsumsi berulang kali, terutama dalam bentuk kemasan atau sajian dingin. Padahal, satu porsi standar berukuran 350 ml dapat menyumbang gula dan kalori dalam jumlah tinggi.
Ahli diet Jason Ewoldt, MS, RDN, menyebut kepada Prevention bahwa teh manis 350 ml dapat mengandung sekitar 27 sampai 35 gram gula tambahan. Jumlah itu disebut sebanding dengan kandungan gula pada beberapa jenis soda.
Sebagai gambaran, satu botol Teh Pucuk Harum berukuran 350 ml mengandung sekitar 27 gram gula. Membatasi minuman tinggi fruktosa, memperhatikan porsi, serta menjaga pola makan, aktivitas, dan waktu istirahat dapat membantu mengelola risiko kambuhnya asam urat.
