Pertarungan naked bike kelas menengah antara Suzuki GSX-8S dan Honda CB750 Hornet tidak sekadar soal selisih kapasitas mesin. Suzuki menawarkan torsi sedikit lebih besar dan karakter berkendara stabil, sementara Honda menggoda lewat tenaga lebih tinggi serta bobot 190 kg.
Selisih bobot 12 kg membuat arah kedua motor ini terasa berbeda di atas kertas. CB750 Hornet lebih mengarah pada pengendara yang mengejar manuver cepat, sedangkan GSX-8S membawa paket yang menekankan kenyamanan dan kestabilan.
Tenaga Atas Honda, Tarikan Menengah Suzuki
Honda CB750 Hornet memakai mesin parallel-twin 755 cc SOHC berpendingin cairan dengan tenaga 90,5 hp pada 9.500 rpm. Torsinya mencapai 75 Nm pada 7.250 rpm, sehingga karakter mesinnya menonjol pada putaran lebih tinggi.
Suzuki GSX-8S mengusung mesin parallel-twin 776 cc DOHC berpendingin cairan yang menghasilkan 83 hp pada 8.500 rpm. Angka torsinya mencapai 78 Nm pada 6.800 rpm, memberi keunggulan tipis pada dorongan putaran bawah hingga menengah.
Karakter mesin GSX-8S turut dibentuk oleh konfigurasi crankshaft 270 derajat. Susunan ini memberikan respons yang menyerupai mesin V-twin, tetapi penyaluran tenaganya tetap dirancang halus saat kecepatan meningkat.
| Aspek | Suzuki GSX-8S | Honda CB750 Hornet |
|---|---|---|
| Mesin | Parallel-twin 776 cc DOHC | Parallel-twin 755 cc SOHC |
| Tenaga | 83 hp pada 8.500 rpm | 90,5 hp pada 9.500 rpm |
| Torsi | 78 Nm pada 6.800 rpm | 75 Nm pada 7.250 rpm |
| Bobot | 202 kg | 190 kg |
Bobot Ringan Menjadi Senjata Hornet
Honda CB750 Hornet menggunakan rangka baja diamond dan memiliki bobot 190 kg. Kombinasi tersebut menempatkannya sebagai pilihan yang lebih gesit saat menghadapi tikungan atau digunakan dalam tempo berkendara cepat.
Suzuki GSX-8S berbobot 202 kg, namun tidak semata mengandalkan angka pada timbangan. Posisi duduk tegak, jok nyaman, dan suspensi KYB membuatnya diposisikan untuk penggunaan harian, perjalanan jauh, serta jalan berkelok.
Dari tampilan, GSX-8S membawa bodi berotot dengan lampu depan LED vertikal yang memberi kesan streetfighter kekar. CB750 Hornet mengambil pendekatan lebih tajam melalui tangki berlekuk tegas dan buritan ramping yang memperkuat kesan sporty.
Dua Pendekatan pada Teknologi Transmisi
GSX-8S dibekali Suzuki Intelligent Ride System, ride-by-wire, tiga mode berkendara, dan traction control tiga level. Motor ini juga membawa bi-directional quickshifter, Easy Start System, Low RPM Assist, ABS dual-channel, lampu full LED, serta layar TFT warna 5 inci.
CB750 Hornet menawarkan ride-by-wire, empat mode berkendara, Honda Selectable Torque Control atau HSTC, dan wheelie control. Perlengkapannya mencakup assist & slipper clutch, ABS dual-channel, lampu full LED, serta layar TFT 5 inci dengan konektivitas Honda RoadSync.
Pembeda utama pada Honda CB750 Hornet E-Clutch adalah sistem Honda E-Clutch yang memberi alternatif pengoperasian transmisi. Suzuki memilih quickshifter dua arah untuk membantu perpindahan gigi tanpa mengandalkan konsep E-Clutch.
| Fitur Utama | Suzuki GSX-8S | Honda CB750 Hornet |
|---|---|---|
| Mode berkendara | 3 mode | 4 mode |
| Kontrol traksi | 3 level | HSTC |
| Bantuan transmisi | Bi-directional quickshifter | Honda E-Clutch |
| Instrumen | TFT warna 5 inci | TFT 5 inci dengan Honda RoadSync |
Selisih Harga dalam Perbandingan 2026
Data perbandingan yang dirangkum ridertua.com mencantumkan Suzuki GSX-8S 2026 seharga 8.299 Pound Sterling. Honda CB750 Hornet E-Clutch 2026 tercatat hingga 7.549 Pound Sterling, sehingga berada pada harga yang lebih rendah dalam data tersebut.
Pilihan akhirnya bergantung pada karakter yang dicari pengendara. GSX-8S menawarkan torsi, kestabilan, dan kenyamanan, sedangkan CB750 Hornet menonjol dengan tenaga lebih besar, bobot lebih ringan, dan orientasi handling yang lebih agresif.
