Vivo X500 Ultra disebut masih belum memiliki konfigurasi kamera zoom final, meski perangkat ini diposisikan sebagai model premium. Vivo dilaporkan sedang menguji tiga sensor telefoto periskop 200 MP dengan ukuran berbeda sebelum mengambil keputusan untuk versi produksi.
Pilihan tersebut akan memengaruhi hasil foto dari jarak jauh sekaligus bentuk fisik ponsel. Sensor yang lebih besar berpotensi mendongkrak kemampuan menangkap cahaya, tetapi dapat membuat modul kamera lebih rumit dan membutuhkan ruang lebih besar.
Sensor jumbo atau desain yang lebih seimbang
Pembocor Digital Chat Station, sebagaimana dimuat Gizmochina, menyebut ada tiga kandidat sensor yang sedang dievaluasi Vivo. Ketiganya memakai resolusi 200 MP, tetapi hadir dalam format 1/1,12 inci, 1/1,3 inci, dan 1/1,4 inci.
| Ukuran Sensor | Pendekatan | Pertimbangan Utama |
|---|---|---|
| 1/1,12 inci | Opsi paling agresif | Potensi cahaya dan kualitas telefoto |
| 1/1,3 inci | Opsi lebih seimbang | Kinerja kamera dan rancangan perangkat |
| 1/1,4 inci | Opsi lebih seimbang | Kinerja kamera dan rancangan perangkat |
Sensor berformat 1/1,12 inci menjadi pilihan paling ambisius dalam pengujian tersebut. Ukurannya yang lebih besar berpotensi membantu kamera telefoto mempertahankan kualitas gambar saat memakai panjang fokus jauh.
Namun, sensor besar tidak hanya berbicara soal kualitas gambar. Komponen ini juga dapat menuntut sistem optik dan modul kamera yang lebih kompleks, sehingga berpengaruh pada ruang internal serta ketebalan perangkat.
Di sisi lain, sensor 1/1,3 inci dan 1/1,4 inci berpeluang memberi kompromi yang lebih realistis. Vivo dapat menyeimbangkan kebutuhan fotografi jarak jauh dengan desain ponsel yang tetap terkendali.
Rencana kamera 10x terpisah disebut berhenti
Pengujian tiga sensor ini menjadi penting karena arah sistem zoom Vivo X500 Ultra disebut telah berubah. Laporan sebelumnya pada Juni menyatakan bahwa Vivo menghentikan prototipe dengan kamera periskop khusus berbekal lensa telefoto 10x.
Vivo dikabarkan lebih memilih mengandalkan satu kamera periskop 200 MP untuk menangani kebutuhan pembesaran. Sistem itu disebut akan memanfaatkan teknologi zoom di dalam sensor, alih-alih memasang kamera 10x terpisah.
Jika pendekatan tersebut dipakai, kamera telefoto utama akan memikul peran yang jauh lebih besar. Karena itu, keputusan mengenai ukuran sensor tidak sekadar menentukan angka spesifikasi, melainkan juga kemampuan zoom yang akan ditawarkan perangkat.
Belum diketahui apakah Vivo akan memilih sensor terbesar atau mengambil jalan tengah lewat ukuran yang lebih ringkas. Komponen lain seperti susunan lensa dan pendekatan zoom juga masih dapat berubah selama pengembangan berjalan.
Masih ada waktu sebelum pengumuman
Vivo X500 Ultra disebut kecil kemungkinan diperkenalkan dalam waktu dekat. Perangkat ini diperkirakan meluncur pada paruh pertama 2027 untuk pasar China dan pasar global.
Jadwal yang masih panjang memberi Vivo ruang untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari setiap kandidat sensor. Detail kamera resminya baru dapat dipastikan setelah perusahaan mengumumkan perangkat tersebut secara langsung.
