Surabaya dan Bali sedang berada di puncak sorotan setelah talenta muda dari dua daerah itu mendominasi iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri”. Kemenangan mereka bukan hanya soal gelar, tetapi juga tiket menuju panggung budaya yang lebih besar dalam rangkaian Pagelaran Sabang Merauke 2026.
Ajang ini menegaskan bahwa jalan menuju panggung budaya nasional kini semakin terbuka bagi generasi muda. Dari seleksi regional hingga grand final di jantung Jakarta, kompetisi ini membentuk ruang pertemuan antara prestasi, ekspresi seni, dan pelestarian budaya Nusantara.
Dominasi Surabaya dan Bali di dua kategori utama
Di kategori SMA/K, gelar juara pertama diraih Semata dari SMKN 5 Denpasar. Posisi kedua ditempati Spots dari SMA Cita Hati East Campus Surabaya, sementara Dixie.49 dari SMAN 49 Jakarta berada di urutan ketiga.
Di kategori mahasiswa, Jaguwar dari Universitas Negeri Surabaya keluar sebagai juara pertama. Katis Dance Company dari ISI Padang Panjang meraih posisi kedua, sedangkan Naraya dari Universitas Pendidikan Indonesia menutup tiga besar di kategori ini.
Hasil tersebut memperlihatkan kuatnya daya saing peserta dari daerah. Surabaya dan Bali sama-sama tampil menonjol di kategori berbeda, sekaligus menjadi pusat perhatian di ajang yang menempatkan tari bertema Nusantara sebagai inti penilaian.
Dari seleksi regional ke panggung grand final
Kompetisi ini dimulai dari seleksi di 13 regional sebelum 30 tim pelajar dan mahasiswa tampil di Grand Final di Main Atrium Grand Indonesia. Para peserta menampilkan karya tari bertema Nusantara dengan kualitas yang disebut terus meningkat.
Penyelenggara juga memberi penghargaan khusus untuk kategori Best Costume, Most Favorite Group, dan The Most Ethnic Group. Selain itu, para pemenang menerima hadiah uang, beasiswa pendidikan, kesempatan magang, serta emas sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
Ruang latihan, bukan sekadar lomba
Ajang ini diposisikan sebagai ruang pengembangan diri bagi pelajar dan mahasiswa. Para peserta mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang tampil di panggung budaya yang lebih besar.
Dari sisi penyelenggaraan, kompetisi ini juga menjadi jembatan menuju Cultural Fair Pagelaran Sabang Merauke 2026. Artinya, kemenangan di panggung kompetisi dapat berlanjut menjadi kesempatan tampil di forum budaya yang lebih luas dan berjangkauan nasional.
Parade besar di ruang publik Jakarta
Sehari setelah grand final, Parade Inspirasi Diri digelar di kawasan Car Free Day Jakarta dengan lebih dari 350 penampil dari berbagai daerah. Parade ini memadukan tari, musik, kostum, dan pertunjukan budaya modern dalam suasana ruang publik yang meriah.
Acara dibuka dengan penampilan musikal dari Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children’s Choir. Setelah itu, atraksi marching band, barongsai, dan Jember Fashion Carnaval ikut menambah semarak perjalanan rombongan hingga Bundaran HI.
Jalan menuju Pagelaran Sabang Merauke 2026
Parade tersebut juga menjadi pembuka menuju Grand Final “The Audition” Pagelaran Sabang Merauke yang digelar pada hari yang sama. Dari 676 peserta, terpilih 50 finalis yang menampilkan koreografi wajib dan koreografi bebas di hadapan dewan juri.
Dari proses penilaian itu, 27 finalis akhirnya dipilih untuk bergabung dengan ratusan penari lain dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026. Pertunjukan itu dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan.
Para juri menilai kemampuan peserta meningkat signifikan dari tahun ke tahun, baik dari sisi teknik maupun kreativitas. Mereka juga menekankan bahwa ajang ini memberi ruang positif bagi generasi muda untuk terus berekspresi dan mengembangkan potensi di bidang seni budaya.
Sebanyak 27 finalis terpilih berasal dari 10 provinsi di Indonesia, sehingga keberagaman budaya tetap menjadi kekuatan utama pagelaran ini. Kehadiran talenta muda dari berbagai daerah diharapkan memberi warna baru sekaligus memperkuat pelestarian budaya Indonesia di tingkat nasional dan internasional.
Source: lifestyle.bisnis.com






