XLSMART memenangkan seleksi penggunaan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026. Dua spektrum ini menjadi modal penting untuk menjawab masalah sinyal di pelosok sekaligus lonjakan trafik data di kota-kota besar.
Bagi pengguna, hasil seleksi tersebut akan diuji melalui kualitas koneksi yang benar-benar terasa dalam aktivitas harian. Ukurannya bukan semata indikator sinyal di ponsel, melainkan internet yang tetap stabil untuk belajar, bekerja, berusaha, dan mengakses layanan publik.
Dua Pita, Dua Tantangan Jaringan
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai pemenang seleksi dua pita frekuensi tersebut. Perusahaan ini merupakan hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren.
Pita frekuensi rendah 700 MHz memiliki karakter jangkauan gelombang yang lebih luas. Frekuensi ini juga dikenal lebih baik dalam menembus hambatan, termasuk bangunan, sehingga dapat membantu perluasan jaringan di area dengan kondisi geografis menantang.
Karakter tersebut membuat pembangunan cakupan di wilayah rural berpotensi lebih efisien dari sisi kebutuhan menara. Pemanfaatan pita ini diarahkan untuk menjangkau titik-titik yang masih menghadapi keterbatasan atau titik buta sinyal.
| Pita Frekuensi | Karakter Utama | Fokus Pemanfaatan |
|---|---|---|
| 700 MHz | Jangkauan luas dan penetrasi lebih baik | Perluasan cakupan, termasuk wilayah rural |
| 2,6 GHz | Lebar pita besar untuk trafik data | Kapasitas 5G di kawasan perkotaan |
Berbeda dengan 700 MHz, pita 2,6 GHz dipersiapkan untuk membawa volume data yang jauh lebih besar. Spektrum ini ditujukan untuk kawasan padat yang membutuhkan kapasitas tinggi dan layanan dengan latensi rendah.
Kebutuhan itu semakin relevan ketika koneksi di kota besar harus melayani banyak pengguna dalam waktu bersamaan. Tambahan spektrum dapat memberi ruang bagi XLSMART untuk mengatur trafik secara lebih optimal tanpa mengorbankan pengalaman pelanggan.
Merger Masuk Tahap Pembuktian
Kemenangan seleksi spektrum menjadi salah satu momentum bagi XLSMART untuk mempercepat sinergi pasca-merger. Ketersediaan frekuensi baru dapat mendukung proses integrasi jaringan antara eks-XL Axiata dan eks-Smartfren.
Presiden Direktur dan CEO XLSMART Rajeev Sethi menyatakan spektrum yang diperoleh akan diterjemahkan ke pembangunan jaringan. Sasaran manfaatnya mencakup masyarakat, pelaku usaha, sekolah, hingga layanan publik di berbagai wilayah Indonesia.
“Kepercayaan ini merupakan amanah besar bagi XLSmart. Alokasi spektrum baru akan kami manfaatkan untuk menghadirkan jaringan yang semakin luas, andal, dan berkualitas sehingga masyarakat, pelaku usaha, sekolah, hingga layanan publik di seluruh Indonesia dapat menikmati pengalaman digital yang semakin baik,” kata Rajeev Sethi dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).
Pita 2,6 GHz juga disebut sebagai fondasi untuk menghadirkan layanan 5G yang lebih matang. Pemanfaatannya diarahkan untuk menopang ekosistem Internet of Things, smart city, dan otomatisasi industri di Indonesia.
Dampak bagi Daerah dan Kawasan Padat
Pemerataan akses 4G dan 5G melalui dua spektrum tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi digital. UMKM di daerah terpencil berpeluang memperoleh landasan konektivitas yang lebih baik untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Di wilayah dengan medan sulit, 700 MHz diharapkan membantu menghadirkan cakupan yang lebih merata. Sementara di kawasan urban, 2,6 GHz diproyeksikan mengurangi tekanan trafik pada jaringan yang melayani kebutuhan data besar.
Rajeev menyatakan XLSMART berkomitmen memenuhi kewajiban pembangunan yang telah ditetapkan dalam proses seleksi secara tepat waktu. Pelaksanaan pembangunan jaringan setelah alokasi spektrum diberikan akan menjadi penentu apakah tambahan frekuensi itu mampu menghadirkan internet yang lebih cepat, stabil, dan luas.
Source: www.suara.com






