Serangan udara helikopter militer Israel kembali memakan korban sipil di Jalur Gaza. Di Deir el-Balah, sebuah rumah yang dihuni satu keluarga dihantam bom saat para penghuninya masih tidur, dan empat orang tewas seketika.
Peristiwa itu memperlihatkan betapa sempitnya ruang aman bagi warga sipil di Gaza tengah. Kabar yang dikonfirmasi Wafa menyebut korban adalah Omar Sami Ahmad Abu Qasim, 33 tahun, istrinya Asmaa Ghazi Abu Qasim, serta putri mereka Habiba Omar Sami Abu Qasim yang masih berusia 6 tahun.
Keluarga Abu Qasim Tewas Dalam Hitungan Detik
Ledakan menghantam langsung kediaman keluarga Abu Qasim di Deir el-Balah saat seluruh penghuni rumah sedang terlelap. Tim medis menyebut tidak ada kesempatan untuk menyelamatkan diri karena serangan terjadi begitu cepat dan tepat sasaran ke rumah tinggal.
Di antara reruntuhan, seluruh anggota inti keluarga itu ditemukan meninggal dunia. Serangan tersebut menambah daftar panjang korban sipil di kawasan pemukiman padat penduduk yang terus menjadi sasaran kekerasan.
Tekanan Militer dan Penggeledahan di Sejumlah Titik Gaza
Kekerasan di waktu yang hampir bersamaan tidak berhenti di Deir el-Balah. Di sejumlah sudut Gaza, tembakan meriam dan bombardir udara masih berlangsung, sementara militer Israel juga melakukan persekusi darat di wilayah kamp pengungsian.
Pasukan infanteri Israel dilaporkan menggeledah puluhan rumah warga secara paksa. Sebanyak 25 pemuda Palestina kemudian ditahan dan diinterogasi di lapangan selama berjam-jam sebelum akhirnya dilepaskan.
| Peristiwa | Lokasi | Fakta Utama |
|---|---|---|
| Serangan udara helikopter | Deir el-Balah | 4 orang tewas dari satu keluarga, termasuk anak 6 tahun |
| Penggeledahan rumah | Kamp pengungsian di Gaza | 25 pemuda Palestina ditahan dan diinterogasi di lapangan |
| Serangan pemukim ilegal | al-Aqaba | Fasilitas umum dirusak dan ban mobil warga disayat |
| Sabotase listrik | al-Dahra | Tiang listrik dirobohkan, aliran listrik puluhan rumah terputus |
Ancaman dari Pemukim Ilegal Memperluas Kekacauan
Selain operasi militer, ancaman juga datang dari kelompok pemukim ilegal Israel. Mereka menyusup ke wilayah al-Aqaba pada waktu subuh, lalu merusak fasilitas umum dan menyayat ban mobil milik warga yang terparkir di depan rumah.
Di waktu yang hampir bersamaan, tentara Israel menyisir wilayah Beita dan al-Lubban Asharqiya di selatan Nablus. Dalam penggerebekan rumah yang dilakukan mendadak, dua warga setempat langsung ditangkap.
Ketegangan juga meningkat ketika pemukim ilegal menyerang kawasan al-Dahra dan merobohkan tiang-tiang listrik utama desa. Aksi itu memutus aliran listrik ke puluhan rumah warga dan memicu bentrokan fisik di lapangan.
Dua pemuda Palestina mengalami luka parah akibat hantaman benda tumpul dalam bentrokan tersebut. Kondisi makin sulit karena ambulans setempat dihadang oleh kelompok penyerang sehingga evakuasi medis terhambat.
Rentetan serangan di Gaza dan Tepi Barat menunjukkan kekerasan terus meluas dalam berbagai bentuk. Dari bom udara di Deir el-Balah hingga sabotase infrastruktur di desa-desa, warga sipil kembali menjadi pihak yang paling menanggung akibatnya.
Source: www.suara.com






