Investigasi Air India Masuk Fase Akhir, Dugaan Penyebab Jatuhnya Pesawat Makin Dekat Terungkap

Penyelidikan jatuhnya pesawat Air India yang menewaskan 260 orang kini masuk fase paling menentukan. Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India atau AAIB menyebut transkrip perekam suara kokpit sudah selesai disusun dan analisis akhir mulai dikejar.

Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan, AAIB mengatakan sebagian besar tahapan investigasi telah rampung. Lembaga itu masih menunggu beberapa hasil analisis tambahan sebelum kesimpulan final dirumuskan.

Temuan disusun dari berbagai sisi

AAIB menyatakan temuan dan kesimpulan sedang dirakit dari sisi operasional, teknis, faktor manusia, dan organisasi. Reuters pada Rabu (15/7/2026) mengutip pernyataan itu sebagai tanda bahwa proses penyelidikan sudah bergeser ke tahap analisis.

Lembaga investigasi tersebut memperkirakan sisa pekerjaan akan selesai dalam waktu sekitar enam minggu. Namun, tenggat itu masih bergantung pada sejumlah faktor eksternal yang belum sepenuhnya diterima.

Fokus InvestigasiStatusKeterangan
CVRSelesai disusunTranskrip perekam suara kokpit telah rampung
Otopsi psikologisSudah dilakukanAAIB tidak mengungkap pihak yang melakukannya
Data unit pemantauan mesinMasih ditungguData diterima pada akhir Mei untuk dianalisis
Faktor organisasiMasih dievaluasiMasih menjadi bagian dari penyelidikan yang berjalan

Wawancara luas, dari pilot hingga pakar faktor manusia

Selama proses penyelidikan, AAIB telah mewawancarai pilot Boeing 787 Air India, awak kabin yang sebelumnya pernah terbang bersama pilot pesawat nahas itu, hingga personel teknis yang menyiapkan pesawat. Pengatur lalu lintas udara, petugas cuaca, dan pakar faktor manusia juga dimintai keterangan.

Keluarga awak penerbangan juga didatangi di kediaman mereka pada tahap awal investigasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengumpulkan informasi dari berbagai lapisan yang terkait langsung dengan penerbangan tersebut.

Sengketa keluarga pilot ikut mewarnai kasus

Dokumen AAIB itu muncul setelah gugatan yang diajukan Pushkar Raj Sabharwal, ayah kapten pesawat. Ia keberatan karena saat kunjungan ke rumahnya tahun lalu, pejabat AAIB dinilai menyiratkan bahwa putranya memutus aliran bahan bakar ke mesin pesawat sesaat setelah lepas landas.

AAIB juga menyoroti maraknya spekulasi di media. Menurut lembaga itu, narasi yang menyalahkan pilot membuat sejumlah saksi menjadi tertutup dan tidak responsif, sehingga bisa menghambat pengumpulan informasi.

Laporan akhir belum keluar

Laporan akhir investigasi diperkirakan mulai disusun pada Oktober mendatang. Setelah itu, draf laporan akan dibagikan kepada negara-negara yang terlibat dalam investigasi, termasuk Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat atau NTSB, sebelum dipublikasikan resmi.

Sebelumnya, Reuters melaporkan penilaian awal pejabat AS yang menyebut rekaman percakapan di kokpit mendukung dugaan bahwa kapten pesawat memutus aliran bahan bakar ke mesin. Namun, AAIB menegaskan saat itu bahwa masih terlalu dini untuk mencapai kesimpulan yang pasti tentang penyebab kecelakaan tersebut.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terkait