Partai Komunis China kembali menegaskan sikap keras terhadap korupsi di tengah sorotan atas kasus terbaru yang melibatkan seorang anggota Politbiro PKC. Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing menyebut partainya menerapkan toleransi nol terhadap korupsi saat menjawab pertanyaan Liputan6.com.
Pernyataan itu menempatkan pemberantasan korupsi bukan sekadar isu disiplin internal, tetapi bagian dari strategi yang dikaitkan langsung dengan modernisasi China. Wang Qing menilai pembenahan dari dalam menjadi syarat agar seluruh anggota partai tetap bergerak ke arah yang sama dengan target Komite Sentral PKC.
Reformasi internal untuk menjaga arah modernisasi
Wang Qing menjelaskan bahwa perjalanan PKC selama 105 tahun menuju modernisasi China ditopang oleh beberapa faktor. Ia menyebut aspirasi partai, pendekatan yang berpusat pada rakyat, dan kemampuan mobilisasi sosial sebagai fondasi penting.
Dalam China-ASEAN Media and Think Tank Salon di Jakarta pada Rabu (15/7/2026), ia mengatakan pembenahan internal telah terus dilakukan selama 10 tahun terakhir. Menurut dia, langkah itu akan tetap dilanjutkan sebagai tekad partai untuk memperkuat disiplin dan menjaga kesatuan arah di antara para anggota.
| Pokok Pernyataan | Isi |
|---|---|
| Sikap terhadap korupsi | Toleransi nol terhadap korupsi |
| Fokus reformasi | Pembenahan internal dan disiplin partai |
| Tujuan yang dikaitkan | Modernisasi China dan kesejahteraan masyarakat |
| Rentang pembenahan | 10 tahun terakhir |
Antikorupsi tidak hanya dipandang sebagai urusan politik
Wang Qing juga mengaitkan kampanye antikorupsi dengan tujuan yang lebih luas, yakni meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut bukan sekadar urusan politik internal, melainkan bagian dari pembenahan berkelanjutan yang diperlukan partai.
Menanggapi pandangan sebagian media Barat yang menghubungkan pemberantasan korupsi di China dengan kepentingan politik internal, Wang Qing menilai sudut pandang itu muncul dari perbedaan sistem politik dan cara pandang terhadap China. Ia menambahkan bahwa kemampuan melakukan pembenahan dari dalam merupakan salah satu ciri yang paling menonjol dari Partai Komunis China.
Bagi Wang Qing, ciri itu ikut berkontribusi pada keberhasilan partai dalam menjalankan modernisasi China. Karena itu, disiplin dan kesatuan arah disebut tetap menjadi syarat agar tujuan modernisasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa berjalan beriringan.
Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa sikap antikorupsi China diposisikan sebagai bagian dari agenda yang lebih besar, bukan respons sesaat terhadap satu kasus. Dalam pandangan Wang Qing, pembenahan internal akan terus menjadi strategi penting untuk menjaga konsistensi partai dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Source: www.liputan6.com






