Vino G. Bastian dan Marsha Timothy kembali terlibat dalam satu film, tetapi kali ini mereka tidak hadir sebagai dua karakter yang saling menguatkan. Dalam Ayah, Aku Mau Cerita, keduanya berada di posisi berlawanan di tengah konflik keluarga yang membawa konsekuensi besar.
Pertentangan itu bukan sekadar soal siapa yang benar atau salah. Setiap karakter mempertahankan keyakinannya mengenai keadilan ketika sebuah tragedi menyeret banyak pihak ke dalam persoalan yang semakin rumit.
Desa Tenang yang Berubah Jadi Pusaran Masalah
Cerita berpusat pada Andi Budiman, ayah sederhana yang menjalani hidup tenang bersama keluarganya di Desa Banaran. Ketenteraman mereka berubah setelah putri remajanya menjadi korban pelecehan.
Upaya sang putri untuk mempertahankan diri kemudian berujung pada hilangnya seorang pemuda. Peristiwa itu membuat keluarga Andi menghadapi persoalan yang jauh lebih besar daripada yang mereka bayangkan.
Keadaan semakin menekan karena pemuda yang hilang adalah putra tunggal seorang Kapolres. Penyelidikan pun perlahan mengarah kepada keluarga Andi, sementara ia tidak memiliki jabatan maupun kekuasaan untuk melindungi orang-orang terdekatnya.
Andi hanya bisa mengandalkan kecerdikan dan naluri sebagai seorang ayah. Setiap langkah yang ia pilih berpotensi menentukan masa depan keluarganya serta berdampak pada orang-orang di sekeliling mereka.
| Unsur | Informasi |
|---|---|
| Judul film | Ayah, Aku Mau Cerita |
| Sutradara | Danial Rifki |
| Jadwal tayang | 20 Agustus 2026 di bioskop Indonesia |
Dua Keyakinan yang Saling Berhadapan
Marsha Timothy menilai pertemuannya dengan Vino di film ini terasa berbeda dari kerja sama mereka sebelumnya. Karakter yang mereka mainkan tidak dibangun sebagai pasangan yang saling menopang dalam menghadapi masalah.
“Kami tidak sedang memainkan pasangan yang saling menopang. Kami justru dipertemukan dalam situasi yang membuat masing-masing karakter memiliki keyakinannya sendiri tentang apa yang benar,” kata Marsha Timothy.
Ketegangan emosional dalam film muncul dari pilihan-pilihan yang tidak menawarkan jalan keluar mudah. Dampak dari setiap keputusan terasa besar karena menyentuh kehidupan lebih dari satu keluarga.
Konflik tersebut membuat cerita tidak hanya bergerak melalui unsur investigasi. Film ini juga menempatkan persoalan manusiawi sebagai pusat cerita, termasuk saat para tokohnya harus berhadapan dengan rasa bersalah dan tuntutan keadilan.
Andi Budiman Bukan Pahlawan yang Punya Semua Jawaban
Bagi Vino G. Bastian, Andi Budiman adalah laki-laki biasa yang dipaksa menentukan sikap saat keluarganya berada dalam bahaya. Karakter ini tidak digambarkan sebagai sosok yang selalu memahami jawaban dari setiap masalah.
“Andi adalah laki-laki biasa. Dia bukan orang yang selalu tahu jawaban dari setiap masalah. Justru karena itulah dia terasa nyata,” ungkap Vino G. Bastian.
Cinta terhadap keluarga menjadi penggerak utama Andi dalam menghadapi situasi yang menyesakkan. Ketika dihadapkan pada pilihan mustahil, hati seorang ayah dapat berbicara lebih kuat daripada logika.
Sutradara Danial Rifki menempatkan hubungan antarmanusia sebagai inti di balik ketegangan investigasi dalam film ini. Tema yang diangkat mencakup rasa bersalah, pengampunan, keadilan, serta cinta yang tidak mengenal syarat.
Danial Rifki berharap penonton meninggalkan bioskop dengan pertanyaan tentang apakah mereka telah benar-benar mendengarkan orang-orang yang dicintai. Produser Falcon Pictures, Frederica, juga menilai kisah seseorang yang memikul beban demi keluarga memiliki kedekatan yang universal.
Selain Vino dan Marsha, film ini dibintangi Niken Anjani, Ziva Magnolya, Gunawan Sudrajat, Pritt Timothy, Rizky Hanggono, Queen Lubis, Sadana Agung, Norman Akyuwen, Ibnu Gundul, Whani Darmawan, Faris Fadjar, dan Aksara Dena. Ayah, Aku Mau Cerita dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.
Source: www.medcom.id






