Seorang siswi sekolah dasar diduga mengalami perundungan oleh sejumlah anak perempuan di Kabupaten Lampung Timur. Peristiwa itu menjadi perhatian setelah rekaman yang memperlihatkan dugaan kekerasan fisik terhadap korban tersebar di media sosial.
Korban dalam video tampak didorong, dijambak, dan ditampar ketika berada di lorong luar ruang kelas. Ia terlihat lebih banyak diam saat beberapa siswi mengelilingi serta menyudutkannya.
Polres Lampung Timur membenarkan bahwa peristiwa tersebut sedang ditangani. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Satreskrim kini mengumpulkan keterangan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur Iptu M Iksir mengatakan hasil penelusuran awal mengarah ke Kecamatan Labuhan Maringgai. Keterangan itu disampaikan Iksir melalui pesan WhatsApp kepada CNN Indonesia pada Jumat (17/7).
“Benar, saat ini masih ditangani untuk dilakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penelusuran, peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Labuhan Maringgai,” ujar Iksir.
Gambaran Peristiwa yang Sedang Didalami
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Wilayah | Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur |
| Lokasi dalam rekaman | Lorong luar ruang kelas |
| Durasi video | 4 menit 4 detik |
| Penanganan | Unit PPA Satreskrim Polres Lampung Timur |
| Status | Masih dalam penyelidikan dan pendalaman |
Rekaman berdurasi 4 menit 4 detik itu menunjukkan korban memakai seragam sekolah dasar. Sejumlah anak perempuan lain yang berada di sekitarnya terlihat mengenakan seragam batik biru, rok merah, serta sebagian berhijab hitam.
Tekanan terhadap korban dalam video disebut tidak hanya muncul lewat perkataan bernada tinggi dan gestur mengancam. Beberapa siswi tampak menunjuk ke arah wajah korban, sementara tindakan fisik diduga dilakukan secara bergantian.
Setelah mengalami jambakan, korban terlihat merapikan rambutnya. Ia juga tampak tidak memberikan perlawanan berarti ketika berada dalam posisi terdesak di tengah kelompok tersebut.
Rekaman Mengundang Keprihatinan
Situasi di sekitar lokasi turut disorot karena peristiwa itu direkam menggunakan ponsel oleh salah seorang siswa. Pada suara latar video, terdengar tawa dan celetukan anak-anak lain yang diduga menyaksikan kejadian tersebut.
Peredaran rekaman itu memicu kecaman dari pengguna media sosial. Dugaan perundungan anak tersebut pun menjadi perhatian karena korban berada di lingkungan sekolah saat kejadian terekam.
Hingga kini, polisi belum menyimpulkan motif yang melatarbelakangi dugaan perundungan tersebut. Identitas para pihak dalam rekaman dan bentuk keterlibatan masing-masing masih didalami oleh petugas.
Iksir menyebut tim Unit PPA telah dikerahkan untuk menelusuri perkara ini. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak sekolah setempat sebagai bagian dari penanganan awal.
“Tim saat ini masih bekerja, jadi mohon waktunya. Mengenai perkembangannya, nanti akan kami informasikan kembali,” kata Iksir.
Informasi mengenai motif, hasil pemeriksaan, serta perkembangan penanganan kasus masih menunggu penyelidikan lebih lanjut. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir terkait dugaan perundungan yang terjadi di Lampung Timur tersebut.
