Di tengah pemulihan dari banjir besar yang sempat merendam rumah keluarganya hampir empat meter, Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang atau Queen justru membawa kabar menggembirakan untuk Aceh. Siswi asal Kabupaten Aceh Selatan itu lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026.
Keberhasilan ini terasa lebih berat nilainya karena datang setelah keluarga Queen menghadapi musibah pada akhir November 2025. Rumah yang sebelumnya tidak pernah terdampak banjir justru tergenang hingga hampir mencapai lantai dua, sementara usaha laundry milik orang tuanya ikut terdampak.
Latihan Dua Tahun, Disiplin Setiap Hari
Queen tidak mencapai titik ini secara singkat. Ia mempersiapkan diri sejak duduk di bangku SMP dan menjalani latihan disiplin selama dua tahun sambil tetap menjaga prestasi sekolah dan menekuni olahraga anggar sebagai atlet.
Hampir setiap hari, ia berlatih anggar selama dua jam. Di luar itu, Queen juga rutin berlari, melakukan push-up dan sit-up, serta mempelajari wawasan kebangsaan, Pancasila, dan materi seleksi Paskibraka lainnya.
| Aspek Persiapan | Rincian |
|---|---|
| Latihan fisik | Berlatih anggar, berlari, push-up, dan sit-up |
| Durasi latihan anggar | Hampir setiap hari selama 2 jam |
| Materi pendukung | Wawasan kebangsaan, Pancasila, dan materi seleksi Paskibraka |
| Latar kegiatan | Tetap berprestasi di sekolah sambil menjadi atlet anggar |
Kerja keras itu membuahkan hasil. Queen meraih peringkat pertama pada seleksi tingkat kabupaten dan kembali menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Aceh sebelum akhirnya lolos ke tingkat nasional.
Bertahan Setelah Rumah Terendam Banjir
Banjir yang melanda wilayah tempat tinggalnya membuat aktivitas keluarga Queen terganggu berat. Sekolah diliburkan hampir dua bulan, sedangkan fasilitas olahraga tidak bisa digunakan karena tertutup lumpur.
Queen sempat kehilangan semangat saat situasi itu terjadi. Namun, ia menyadari bahwa hidup harus terus berjalan dan cita-cita tidak boleh berhenti hanya karena bencana.
“Saya benar-benar tidak menyangka air bisa setinggi itu. Awalnya kami berpikir banjir tidak akan sampai ke rumah karena sebelumnya tidak pernah terjadi, tetapi malam itu air terus naik hingga hampir mencapai lantai dua,” kenangnya.
Dukungan keluarga menjadi penguat utama, terutama dari sang ayah, Erwin Simatupang, yang merupakan anggota TNI. Menurut Queen, ayahnya terus mendorong agar kesempatan itu dicoba karena tidak datang dua kali.
“Ayah selalu mengatakan, kenapa tidak dicoba? Kesempatan tidak datang dua kali. Dukungan dari ayah dan ibu membuat saya kembali percaya diri untuk mengejar impian,” katanya.
Impian Menjadi Perwira TNI
Kecintaan Queen pada Paskibraka sudah tumbuh sejak kecil. Setiap peringatan Hari Kemerdekaan, sang ayah selalu mengajaknya menyaksikan upacara pengibaran bendera, dan dari situlah muncul keinginan untuk menjadi bagian dari pasukan pengibar Sang Merah Putih.
Di luar impian itu, ia juga menargetkan pendidikan ke akademi militer (Akmil). Queen menyebut sang ayah sebagai inspirasi terbesar dalam dorongan untuk terus berjuang dan tidak mudah menyerah.
“Sejak kecil saya ingin menjadi perwira TNI. Ayah adalah inspirasi terbesar saya untuk terus berjuang dan tidak mudah menyerah,” ungkapnya.
Menjelang keberangkatan ke Jakarta, Queen menyatakan siap menjalankan tugas sebagai wakil Aceh di Paskibraka Nasional. Ia berharap dapat memberikan yang terbaik untuk Aceh dan Indonesia.
Sementara itu, Erwin mengaku bangga melihat putrinya mampu bangkit setelah melewati masa sulit akibat bencana. Ia berharap Queen dapat menjalankan tugas dengan baik sekaligus mewujudkan cita-citanya menjadi perwira TNI.
Dalam pernyataannya, Erwin menyebut ada rancangan lain di balik musibah yang menimpa keluarga mereka. Bagi keluarga ini, keberhasilan Queen menjadi bukti bahwa semangat untuk bangkit bisa lahir dari situasi yang paling sulit.
