Gedung Sekolah Rakyat Tahap II garapan PT Nindya Karya (Persero) kini sudah masuk fase pemanfaatan di 20 wilayah pada empat provinsi. Dari proyek yang semula masih berupa konstruksi, fasilitas itu kini siap dipakai untuk menyambut Tahun Ajaran baru 2026-2027.
Perubahan dari tahap pembangunan ke tahap belajar ini menjadi penanda penting. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia lewat infrastruktur pendidikan yang merata.
Pemanfaatan mulai terasa lewat MPLS
Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah menyebut dimulainya kegiatan MPLS sebagai tanda bahwa hasil pembangunan sudah benar-benar dipakai. Menurut dia, gedung yang sebelumnya berada dalam tahap konstruksi kini telah berubah menjadi ruang belajar bagi generasi penerus bangsa.
Firmansyah juga menekankan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya bangunan. Ukuran yang lebih penting adalah manfaat yang terus dirasakan oleh para siswa dan masyarakat di wilayah yang dilayani.
“Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan. Dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Firmansyah.
Sebaran 20 wilayah di 4 provinsi
| Provinsi | Contoh Wilayah | Cakupan |
|---|---|---|
| Sulawesi Selatan | Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, Kota Makassar, Kabupaten Takalar | Bagian dari 20 wilayah |
| Sumatera Utara | Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan | Bagian dari 20 wilayah |
| Jawa Timur | Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi | Bagian dari 20 wilayah |
| Maluku | Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah | Bagian dari 20 wilayah |
Persebaran proyek ini menunjukkan upaya menghadirkan infrastruktur pendidikan yang lebih merata, termasuk menjangkau kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar atau 3T. Dengan cakupan tersebut, akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak diharapkan semakin luas bagi anak-anak di daerah yang terlayani.
Fasilitas belajar yang langsung bisa dimanfaatkan
Kawasan Sekolah Rakyat dilengkapi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Di area yang sama juga tersedia rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, dan gedung serbaguna.
Untuk mendukung pembelajaran yang lebih menyeluruh, kawasan ini juga memiliki ruang terbuka hijau, sarana olahraga, dan fasilitas penunjang lainnya. Di beberapa lokasi, terdapat lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, dan taman edukasi.
Seluruh fasilitas tersebut didukung sistem pengelolaan lingkungan yang dirancang untuk mewujudkan kawasan pendidikan berkelanjutan. Dengan dimulainya pemanfaatan, tahap berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas yang dibangun benar-benar dipakai untuk kegiatan belajar dan kehidupan sekolah sehari-hari.
