
Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, penjualan sapi kurban di tingkat peternak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, melonjak tajam. Kenaikan itu mencapai 50 persen, sementara harga sapi kurban di pasaran ikut naik hingga tembus Rp50 juta per ekor.
Lonjakan paling terasa terjadi di peternakan milik Nuri di kawasan Kedondong, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Meski peternakan itu tidak membuka lapak di pinggir jalan dan tidak memasang iklan, pembeli dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, hingga Gresik datang langsung ke kandang untuk memilih hewan kurban.
Permintaan menguat sejak sebulan lalu
Pengelola peternakan, Ulfa, mengatakan peningkatan pesanan sudah terlihat sejak sebulan lalu. Dalam beberapa hari terakhir, permintaan bahkan makin tinggi karena banyak pembeli ingin mengamankan sapi lebih awal sebelum harga terus naik.
Ulfa menyebut pesanan datang ramai karena pembeli tidak ingin membeli terlalu dekat dengan hari penyembelihan. Ia mengatakan peternakan bisa menerima tiga sampai enam ekor pesanan dalam sehari.
Harga diburu di kelas menengah hingga premium
Di peternakan itu, sapi kurban dijual dalam rentang harga Rp20 juta sampai Rp50 juta per ekor. Menurut Ulfa, jenis yang paling banyak dicari pembeli berada pada kisaran Rp20 juta hingga Rp35 juta.
Sebagian pembeli juga memesan sapi premium jauh hari sebelumnya dengan harga mencapai Rp50 juta per ekor. Pola ini menunjukkan minat masyarakat tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga pada ukuran dan kualitas hewan yang dipilih.
Datang langsung ke kandang jadi pilihan utama
Banyak pembeli memilih datang langsung ke kandang karena dinilai lebih meyakinkan. Salah satu pembeli asal luar daerah, Wahyu, menilai cara itu membuat harga lebih bersahabat sekaligus memudahkan pengecekan kondisi hewan.
Wahyu juga menilai sapi di peternakan terlihat lebih sehat dan terawat dibandingkan yang dijual di lapak musiman pinggir jalan. Karena itu, transaksi langsung ke peternak menjadi pilihan yang makin diminati menjelang Iduladha.
Perawatan gratis ikut dorong kepercayaan
Untuk menarik minat pelanggan, peternakan juga memberi fasilitas penitipan dan perawatan sapi secara gratis sampai hari pengiriman. Layanan ini ikut memperkuat kepercayaan pembeli yang ingin memastikan hewan tetap dalam kondisi baik hingga waktu penyembelihan.
Tren pembelian langsung ke peternak diperkirakan masih akan bertahan hingga H-1 Iduladha. Di tengah tingginya perhatian masyarakat pada kesehatan dan kelayakan hewan kurban, peternakan di Sidoarjo terus kebanjiran pesanan dari berbagai daerah.
Source: mediaindonesia.com




